JAKARTA — HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, melakukan pertemuan resmi dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Kantor Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta, Jumat (17/4).
Pertemuan ini bertujuan memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Provinsi Maluku Utara dan Republik Korea.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang pengembangan kerja sama di sejumlah sektor prioritas, antara lain pertambangan, energi, perikanan, dan pariwisata.
Fokus utama mereka diarahkan pada pengelolaan berkelanjutan, peningkatan nilai tambah sumber daya, serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah peran investasi perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, dalam pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema joint venture di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Gubernur Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel.
Hal ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi, termasuk aspek perizinan, perlindungan lingkungan, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa investasi yang masuk diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Republik Korea, dengan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah,” ujar Sherly.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha guna menjaga stabilitas investasi serta mendorong praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan ramah lingkungan.
Ia juga menyampaikan, pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan sekaligus mempertegas posisi Maluku Utara sebagai pusat pertumbuhan industri strategis berbasis sumber daya alam di Indonesia.
(Gus)













