Berita  

Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar

TERNATE – HabarIndonesia.id – Dinas Perpustakaan Kota Ternate terus memperkuat pengembangan literasi masyarakat melalui berbagai program strategis sepanjang 2026. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta kreativitas masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan informasi.

Sekretaris Dinas Perpustakaan Kota Ternate, Johanna Lusje Lethulur, S.Pd., M.Si., mengatakan pihaknya bersyukur karena tahun ini berhasil memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Perpustakaan Nasional RI untuk mendukung sejumlah kegiatan literasi di Kota Ternate.

“Syukur alhamdulillah, kami mendapatkan Dana DAK dari Perpustakaan Nasional. Dana ini akan digunakan untuk menjalankan berbagai program pengembangan literasi di Kota Ternate,” ujar Johanna saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Johanna, salah satu program utama yang akan dilaksanakan adalah sosialisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yakni konsep perpustakaan terbuka yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan pembinaan dan pendataan perpustakaan di kelurahan-kelurahan.

“Kami akan membuat program sosialisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan melakukan pendataan perpustakaan di Kelurahan-kelurahan di Kota Ternate. Ini merupakan langkah strategis kami,” katanya.

Selain program tersebut menurutnya, Dinas Perpustakaan juga tengah melakukan pendataan perpustakaan kelurahan serta sosialisasi akreditasi perpustakaan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan di satuan pendidikan.

Dalam waktu dekat kata dia, dinas perpustakaan akan menggelar lomba perpustakaan kelurahan terbaik dan lomba bertutur bagi siswa sekolah dasar (SD). Kedua kegiatan itu telah masuk dalam agenda kerja dan tinggal menunggu pelaksanaan di lapangan.

“Harapan kami, seluruh kegiatan ini akan bermuara pada puncak acara di akhir tahun dalam bentuk Festival Literasi. Tahun lalu kami sudah melaksanakan festival, dan tahun ini juga akan kembali digelar,” ungkap Johanna.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan program pembuatan video literasi digital sebagai media edukasi bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan, sejak April hingga Juni 2026, berbagai kegiatan telah mulai berjalan, termasuk pendataan perpustakaan kelurahan di seluruh wilayah Kota Ternate.

lanjut Johana, dalam proses penilaian, Dinas Perpustakaan akan mengikuti petunjuk teknis (juknis) dari Perpustakaan Nasional dengan melibatkan tim juri independen.

Dari hasil seleksi, akan dipilih 10 perpustakaan kelurahan terbaik, kemudian ditentukan satu perpustakaan terbaik sebagai juara utama.

“Kami akan memilih 10 kelurahan terbaik, lalu disaring kembali untuk menentukan perpustakaan kelurahan terbaik di Kota Ternate,” jelasnya.

Lanjutnya, dinas perpustakaan juga terus membangun kolaborasi dengan pelaku UMKM dan komunitas literasi.

Salah satu bentuk kerja sama yang telah dilakukan adalah menghadirkan ruang literasi di kawasan Benteng Oranje bersama pelaku usaha kopi dan komunitas kreatif.

Di lokasi tersebut kata dia, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menikmati suasana ruang publik sekaligus membaca buku-buku sejarah dan buku umum yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan.

“Kami ingin membangun jejaring dan kolaborasi dengan semua pihak. Literasi tidak bisa dikembangkan sendiri. Dengan kerja sama seperti Kopi dan Literasi di Benteng Oranje, kami berharap masyarakat memiliki ruang untuk membaca, berdiskusi, dan berekspresi,” tuturnya.

Johanna berharap seluruh program yang dijalankan dapat meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat Kota Ternate, sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional dan daerah, termasuk menyambut kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI).

(Agis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *