TERNATE – HabarIndonesia.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate terus memperkuat koordinasi, sosialisasi, dan publikasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 melalui berbagai kanal informasi, baik secara daring (online) maupun luring (offline).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penerimaan peserta didik baru berjalan transparan serta memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang benar.
Selain itu, panitia SPMB juga telah membuka posko pengaduan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate serta di sejumlah sekolah penyelenggara SPMB.
Posko tersebut disiapkan untuk membantu orang tua maupun calon peserta didik yang mengalami kendala selama proses pendaftaran, Rabu (8/7/2026).
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate sekaligus Ketua Panitia SPMB 2026, M. Gazali Kasim, SE, mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan layanan pengaduan secara offline di kantor dinas maupun di sekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana SPMB online.
“Kami telah membuka posko pengaduan, salah satunya di Kantor Dinas Pendidikan secara offline dan di sekolah-sekolah yang ditetapkan sebagai penyelenggara SPMB online. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua sekolah membuka pendaftaran secara online,” ujar Gazali.
Ia menjelaskan, tahapan pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dimulai dengan pra-pendaftaran pada 23–26 Juni. Selanjutnya, pendaftaran jalur Mutasi, Afirmasi, dan Prestasi berlangsung pada 1–3 Juli, sedangkan jalur Domisili atau Zonasi dilaksanakan pada 6–7 Juli.
Menurut Gazali, secara umum seluruh tahapan berjalan lancar meski masih terdapat sejumlah keluhan dari masyarakat terkait sistem pendaftaran.
Karena itu lanjut dia, keberadaan posko pengaduan dinilai sangat penting untuk memberikan pendampingan kepada orang tua yang belum memahami mekanisme SPMB.
“Kami bersyukur pelaksanaan SPMB berjalan cukup baik. Memang masih ada beberapa keluhan terkait sistem, sehingga posko pengaduan di sekolah sangat penting untuk membantu orang tua yang belum memahami proses pendaftaran,” katanya.
Gazali menegaskan, Pemerintah Kota Ternate berkomitmen memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkecuali.
“Tidak ada anak-anak di Kota Ternate yang tidak mendapatkan satuan pendidikan yang baik. Kami pastikan semua anak harus mengenyam pendidikan. Jika ada persoalan keterbatasan rombongan belajar, kami akan mengupayakan solusi agar seluruh peserta didik tetap memperoleh sekolah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, khusus jalur Domisili tingkat SMP di wilayah tengah, setiap calon siswa diberikan dua pilihan sekolah.
Gazali juga menyampaikan, Apabila tidak diterima di pilihan pertama maupun kedua, sistem akan mengalihkan secara otomatis ke sekolah negeri lain yang masih memiliki daya tampung.
“Misalnya pilihan pertama SMP Negeri 1 dan pilihan kedua SMP Islam 1. Begitu juga jika memilih SMP Negeri 7, sistem akan mengalihkan ke sekolah lain seperti SMP Negeri 6 apabila kuota di sekolah pilihan telah terpenuhi,” jelas Gazali.
Sementara untuk jalur Prestasi, Gazali mengakui banyak calon peserta didik memilih sekolah-sekolah favorit, terutama SMP Negeri 1 Kota Ternate.
Namun ia mengimbau orang tua agar tidak berkecil hati apabila anaknya belum diterima di sekolah yang diinginkan.
“Kami mengingatkan agar jangan sampai karena tidak diterima di sekolah favorit, anak kemudian memilih tidak bersekolah. Kami akan mengarahkan mereka ke sekolah terdekat agar seluruh anak tetap mendapatkan hak memperoleh pendidikan,” ujarnya.
Gazali juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, Dinas Pendidikan telah membagikan brosur yang dilengkapi nomor layanan pengaduan serta membuka berbagai saluran komunikasi agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai SPMB.
“Kami membuka berbagai kanal informasi. Di dalam brosur juga tersedia nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat. Sebagian besar orang tua sebenarnya sudah cukup memahami sistem SPMB karena sebelumnya pernah menggunakannya saat mendaftarkan anak mereka,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah telah menyediakan posko pengaduan SPMB, di antaranya SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, dan SMP Negeri 7 Kota Ternate.
Menurutnya, posko tersebut disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran.
Di akhir keterangannya, Gazali mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait pemerataan wilayah zonasi serta keterbatasan ruang kelas akibat minimnya anggaran pembangunan.
“Banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk wilayah arsiran dan penambahan ruang kelas. Kami berharap ada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar ke depan kebutuhan sarana pendidikan dapat terpenuhi, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan saat mendaftarkan anak ke sekolah,” tutupnya.
(Abd. Agis)














