Diduga Jadi Pemicu Longsor, Sekda Haltim Minta Aktivitas PT Anglit Raya Dihentikan

- Wartawan

Senin, 2 Februari 2026 - 14:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTIM – HabarIndonesia.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur menilai aktivitas pertambangan PT Anglit Raya menjadi salah satu pemicu terjadinya longsor di ruas jalan nasional.

Area operasi perusahaan tersebut dinilai berada pada zona rawan longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat serta pengguna jalan.

Penilaian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi operasional PT Anglit Raya pada Senin, 2 Februari 2026.

Ricky menegaskan, longsor yang kerap terjadi di ruas jalan nasional selama ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan pertambangan yang dilakukan secara masif dan dengan kemiringan curam, tepat mengarah ke badan jalan utama.

“Setelah kami turun langsung ke lapangan dan menelusuri kondisi bukaan tambang, terlihat jelas bahwa bukaan lahannya sudah sangat masif hingga ke bagian atas. Banyak batuan besar yang menumpuk dan berpotensi longsor ke badan jalan,” ungkap Ricky.

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Halmahera Timur secara tegas meminta agar seluruh aktivitas pertambangan PT Anglit Raya di area rawan longsor segera dihentikan sementara waktu.

Ricky memerintahkan Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Halmahera Timur untuk segera melayangkan surat resmi kepada pihak PT Anglit Raya sebagai dasar penghentian sementara aktivitas pertambangan tersebut.

“Pemerintah daerah akan meminta dilakukan evaluasi terhadap bukaan lahan baru serta menuntut laporan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) dari pihak perusahaan,” tegasnya.

Selain itu, DPLH Halmahera Timur juga diminta untuk segera menyurati Inspektur Tambang agar melakukan peninjauan langsung dan melakukan cross check terhadap kondisi di lapangan.

“Kondisi ini sudah sangat serius dan tidak bisa dibiarkan. Kami minta Inspektur Tambang turun langsung karena keselamatan masyarakat dan pengguna jalan adalah prioritas,” ujarnya.

Ricky menambahkan, meskipun kewenangan penghentian aktivitas pertambangan berada di pemerintah pusat, namun pemerintah daerah tetap berkewajiban melaporkan dan mendorong langkah pengawasan sebagai bentuk tanggung jawab daerah.

“Inspektur Tambang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat. Yang terpenting saat ini adalah mencegah potensi korban dan memastikan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

(M.Dzarik)

Berita Terkait

Sekda Haltim, Pendidikan dan Budaya Lokal Jadi Fondasi Membangun Generasi Muda Berkualitas
Kordinasi Dengan BPK Malut, Arjun Onga Sebut Sekda Haltim Birokrat Membanggakan
Wagub Sarbin Sambut Pangdam Mayjen Nefra Firdaus, Ajak TNI Bersama Bangun Maluku Utara
BPBD Maluku Utara Gandeng BNPB Susun Rencana Kontingensi Hadapi Ancaman Banjir
Forum Investasi Maluku Utara 2026, Bupati Halut Ungkap Potensi Panas Bumi Rp34 Triliun
Sekda Haltim Minta Temuan Lama BPK RI Dituntaskan, Administrasi dan Dokumen Diperiksa Kembali
Mubes XI dan Dialog Publik HMPS Sosiologi UMMU Soroti Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Intelektual Kampus
Apresiasi ASN Berprestasi, Pemprov Malut Siapkan Empat Kategori Penghargaan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru