Usai Swasembada Pangan, Zulhas, Pemerintah Alihkan Fokus Bangun 2.000 Kampung Nelayan

- Wartawan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, HabarIndonesia.id – Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di berbagai daerah di Indonesia pada 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas nasional sesuai arahan Presiden dan akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang masih tertinggal, termasuk Maluku Utara.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, saat menghadiri pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan para bupati se-Maluku Utara di Hotel Bela, Ternate, Rabu (5/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah telah berhasil mencapai target swasembada pangan pada tahun sebelumnya.

Karena itu, fokus pembangunan nasional pada 2026 bergeser pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan yang hingga kini masih menjadi kelompok ekonomi dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

“Tahun lalu kita sudah swasembada pangan. Tahun ini fokus pemerintah adalah mengentaskan kemiskinan, khususnya nelayan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia mengungkapkan, nilai tukar petani (NTP) saat ini telah mencapai angka 127, sedangkan nilai tukar nelayan (NTN) masih berada di kisaran 103.

Lanjutnya, pemerintah menargetkan nilai tukar nelayan meningkat hingga 120 dalam waktu satu tahun melalui berbagai program pemberdayaan yang akan diterapkan di seluruh Indonesia, termasuk di Maluku Utara.

Untuk mencapai target tersebut, Kata dia, pemerintah akan membangun 2.000 Kampung Nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti cold storage, pabrik es, bengkel, balai lelang ikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), serta Koperasi Nelayan Merah Putih.

Menurut Zulkifli Hasan, keberadaan fasilitas tersebut akan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan saat harga ikan turun dan menjualnya ketika harga kembali meningkat.

Selain itu, koperasi diharapkan mampu menjadi penyangga pemasaran hasil tangkapan sehingga pendapatan nelayan menjadi lebih stabil.

“Kita harus mendukung dan memfasilitasi nelayan agar mereka dapat bekerja dengan lebih baik dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi dari hasil tangkapannya,” katanya.

Selain pembangunan kampung nelayan, kata Zulkifli, pemerintah juga mendorong setiap kecamatan agar mampu mewujudkan kemandirian pangan dengan mengembangkan lahan budidaya ikan.

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di tingkat desa.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, setiap kecamatan kalau bisa sudah harus mandiri pangannya dan memiliki lahan budidaya ikan. Program ini juga akan menyerap tenaga kerja di desa-desa,” jelasnya.

Di sisi lain, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah akan mempercepat pembangunan di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.

Lanjut dia, percepatan pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional yang ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

Sebagai langkah lanjutan, katanya, pemerintah juga akan membangun kawasan budidaya ikan tematik di 40.000 desa di seluruh Indonesia.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis desa, meningkatkan konsumsi protein masyarakat, membuka lapangan kerja bagi generasi muda, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan para nelayan.

Selain itu, ia juga menyampaikan, melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kesejahteraan nelayan dapat meningkat secara signifikan, sehingga sektor perikanan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi nasional dan percepatan pengentasan kemiskinan.

(Agis)

Berita Terkait

BPOM Masuk ke Jantung Koperasi Merah Putih, Taruna Ikrar, Keamanan Obat dan Pangan Jadi Fondasi Ekonomi Desa
Kapal Nelayan Bantuan Pemprov Malut Jadi Media Promosi Budaya Lewat Lukisan Erika Richardo
KSOP Ternate Gelar Upacara Hari Perhubungan Nasional 2026, Ini Arahan Menhub untuk Insan Perhubungan
1.400 Rumpon Tersebar di Bawah 12 Mil, DKP Malut Percepat Penertiban dan Perizinan Nelayan
Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan
Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria
Bongkar Muat Peti Kemas Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Tumbuh hingga 5 Persen
Harlah Ke-81 Kejaksaan RI, Burhanuddin Tekankan Soliditas dan Integritas Insan Adhyaksa

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:44 WIT

Menyambut HUT ke-27 Maluku Utara, Samsat Ternate Gelar Relaksasi Pajak Kendaraan

Rabu, 30 September 2026 - 19:34 WIT

Jasa Raharja Ternate Bertindak Cepat Berikan Santunan Korban Kecelakaan

Rabu, 30 September 2026 - 09:56 WIT

PT Siantan Ternate Terapkan Sistem Ganjil-Genap untuk Penyaluran Solar

Senin, 28 September 2026 - 19:54 WIT

Pembinaan Produktif Lapas Ternate, Warga Binaan Bertani, Beternak hingga Hasilkan Pendapatan

Minggu, 27 September 2026 - 01:49 WIT

Tongkang Diduga Milik Warga Bitung Dipersoalkan, Pemdes Laigoma Akui Tak Pegang Dokumen Kepemilikan

Rabu, 23 September 2026 - 22:22 WIT

Pelta Minta Polda Malut Usut Perbedaan Keterangan Kuasa Hukum NHM dan Kapolres Halut

Rabu, 23 September 2026 - 21:18 WIT

Jalani Perawatan, AKP Abdul Haris Serahkan Kasat Binmas Halsel, KBO Ditunjuk sebagai Plt

Selasa, 22 September 2026 - 19:06 WIT

Material Proyek Jalan Jikohai Diduga dari Galian C Tak Berizin, APH Diminta Periksa Semua Pihak

Berita Terbaru