Berita  

Jaga Kamtibmas, Polres dan Sekda Haltim Serukan Persatuan dan Tolak Isu SARA

HALTIM – HabarIndonesia.id – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Halmahera Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Polres Halmahera Timur, Sabtu (04/04/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Halmahera Timur Ir. Ricky Hairul Rifat, S.T., M.T., Kapolres Halmahera Timur AKBP B. Kusuma Ardiansyah, S.I.K., Wakapolres Kompol Ayub Patty, Kadis PMD Khalid Abbas, Camat Maba Yohanis Tahalele, unsur TNI, tokoh adat, tokoh agama, kepala desa, serta Karang Taruna.

Kapolres Halmahera Timur dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

Ia mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, terutama yang mengandung unsur SARA.

“Setiap permasalahan harus diselesaikan melalui dialog dan koordinasi. Sinergi yang kuat menjadi kunci utama dalam mencegah konflik sosial,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas wilayah atau melakukan pelanggaran hukum.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Timur Ricky Hairul Rifat, mengajak seluruh pemerintah kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat untuk aktif menjaga keamanan di wilayah masing-masing.

Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara cepat agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya mengingatkan kepada kita semua pentingnya menjunjung tinggi nilai lokal Fagogoru sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Maluku Utara,” Ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap bersimpati tanpa terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan.

Tokoh Adat Qiyamalah Sangaji Maba turut mengajak masyarakat untuk mengedepankan nilai adat dan budaya dalam menjaga persatuan.

Ia menekankan bahwa setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme adat tanpa kekerasan.

Hal serupa disampaikan oleh Kadis PMD yang mendorong para kepala desa untuk meningkatkan deteksi dini terhadap potensi konflik serta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.

Plh FKUB Kabupaten Halmahera Timur juga menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga toleransi dan memberikan kesejukan di tengah masyarakat.

Dari hasil rapat tersebut, seluruh peserta sepakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan dialog dalam penyelesaian masalah.

Ricky juga menghimbau untuk tidak menyebarkan informasi hoaks serta memperkuat silaturahmi di lingkungan masing-masing.

Lanjutnya, Rapat koordinasi ini menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi dampak konflik sosial yang terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Tengah agar tidak meluas ke Halmahera Timur.

Ricky mengharap, Seluruh pihak terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna mencegah potensi gangguan keamanan di masa mendatang.

(Dzariq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *