Wida;Kekerasan Seksual di Maluku Utara Masih Tinggi Tapi Banyak Kasus Tak Terselesaikan

- Wartawan

Selasa, 11 Maret 2025 - 08:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate-HabarIndonesia. Malam diskusi panel bertajuk “Gerakan Sosial Perempuan: Ambigu Emansipasi & Konservatif” telah usai. Namun, perdebatan mengenai nasib perempuan di tengah eksploitasi, diskriminasi, dan maraknya kasus kekerasan seksual masih jauh dari kata selesai.

Salah satu pemateri, Wida, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar wacana intelektual, tetapi juga momentum membangun kesadaran tentang posisi perempuan yang masih terpinggirkan.

Diskusi yang berlangsung di Gedung NBCL, Sasa, pada Senin (10/3) malam itu menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, khususnya kasus kekerasan seksual yang masih marak terjadi di Maluku Utara.

“Dari pemaparan tadi, kita bisa melihat bagaimana kekerasan seksual masih menjadi ancaman nyata, termasuk di Maluku Utara, di mana banyak kasus yang tidak terselesaikan oleh pihak berwenang,” kata Wida.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Maluku Utara mencatat 384 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang Januari–November 2024.

Sementara itu, dalam kurun 1 Januari–9 Maret 2025, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA) mencatat 22 kasus baru, dengan Halmahera Utara sebagai daerah tertinggi, diikuti Kota Ternate dan Kepulauan Sula.

Namun, Wida menegaskan bahwa angka ini hanyalah data resmi. Masih banyak korban yang enggan melapor karena stigma sosial dan minimnya kepercayaan terhadap sistem hukum.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya diskusi ini bukan hanya sebagai ajang refleksi, tetapi juga sebagai pemicu aksi nyata.

“Kita harus punya output yang jelas, termasuk kebijakan yang lebih kuat dalam melindungi perempuan dan mensosialisasikan isu kekerasan seksual secara lebih luas,” tambahnya.

Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam perjuangan panjang membangun kesetaraan dan keadilan bagi perempuan, khususnya di Maluku Utara, yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam perlindungan hak-hak mereka.

(Opal)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Lima Bakal Calon Berebut Kursi Ketua Golkar Ternate, Satu Kandidat Gugur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:19 WIT

Ardian Idhan Klaim Kantongi 10 Dukungan, Musda Golkar Ternate Digelar 12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:06 WIT

Ardian Idhan Resmi Ambil Formulir, Tim Pemenangan Klaim 7 PK Golkar Beri Dukungan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:28 WIT

Ardian Idhan Siap Bertarung di Musda Golkar Ternate, Kantongi Rekomendasi serta dukungan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:16 WIT

KPU Halsel Perkuat Budaya Kerja Bersih, Zona Integritas Jadi Komitmen Bersama

Rabu, 30 September 2026 - 18:48 WIT

Pleno PDPB Triwulan III, KPU Halsel Catat 192.741 Pemilih di 30 Kecamatan

Sabtu, 26 September 2026 - 01:38 WIT

Husni Bopeng Serap Aspirasi Warga Buku Maadu, Air Bersih hingga Nasib Guru Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 00:08 WIT

Reses Husni Bopeng di Tarau Serap Aspirasi Warga, Saluran Air hingga Jalan Lingkungan Jadi Prioritas

Berita Terbaru