Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

- Wartawan

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosialisasi Permenhut Nomor 8 Tahun 2026 terkait RKTN Oleh Direktur Rencana Perubahan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan RI bersama Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Bela Hotel Ternate. Kamis, (17/09/26). Dok. Agis

Sosialisasi Permenhut Nomor 8 Tahun 2026 terkait RKTN Oleh Direktur Rencana Perubahan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan RI bersama Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Bela Hotel Ternate. Kamis, (17/09/26). Dok. Agis

TERNATE, HabarIndonesia.id – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyosialisasikan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) Tahun 2011–2030 di Ternate, Kamis 17/9/2026.

Sosialisasi tingkat regional Maluku dan Papua tersebut berlangsung di Bela Hotel Ternate dan dihadiri delegasi Dinas Kehutanan dari sejumlah wilayah di Maluku dan Papua.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah mengenai substansi Permenhut Nomor 8 Tahun 2026, khususnya terkait RKTN yang menjadi salah satu landasan dalam penyusunan perencanaan kehutanan di berbagai tingkatan.

Direktur Rencana Perubahan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan RI, Beni Raharjo, mengatakan sosialisasi tersebut penting untuk menyamakan pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah dalam menerjemahkan kebijakan kehutanan.

“Kegiatan ini tujuannya adalah untuk menyosialisasikan peraturan menteri terkait dengan RKTN. Ini sangat penting karena berkaitan dengan pencapaian hutan lestari hingga masyarakat sejahtera,” kata Beni.

Menurut Beni, pelaksanaan rencana kehutanan perlu dilakukan melalui perencanaan yang terukur, sistematis, dan adaptif. Setelah sosialisasi, penyusunan rencana kehutanan akan dilanjutkan pada tingkat provinsi hingga unit pengelolaan hutan.

Ia berharap dokumen perencanaan tersebut dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Basyuni Tahir, mengatakan RKTN memiliki posisi penting sebagai arah makro dalam menerjemahkan kebijakan kehutanan ke dalam perencanaan di tingkat daerah.

“Dokumen ini akan menjadi arah makro, juga sebagai kompas serta instrumen untuk diterjemahkan dalam rencana di tingkat provinsi,” ujar Basyuni.

Basyuni menjelaskan, penyusunan Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi (RKTP) nantinya akan diintegrasikan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Utara.

“Penyusunan RKTP akan kami integrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah,” jelasnya.

Menurutnya, integrasi tersebut diperlukan agar arah kebijakan kehutanan dapat berjalan selaras dengan agenda pembangunan daerah.

“Ini penting karena RKTN menjadi arah kebijakan kehutanan nasional yang harus diintegrasikan ke rencana kehutanan tingkat daerah,” katanya.

Ia menambahkan, keselarasan pemahaman antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu hal penting agar kebijakan kehutanan dapat diterapkan secara terarah, sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Melalui sosialisasi ini, kata dia, pemerintah berharap penyusunan perencanaan kehutanan di wilayah Maluku dan Papua dapat berjalan lebih terarah dan selaras dengan kebijakan nasional, dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Agis)

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel
Ditreskrimsus Polda Malut Amankan 22 Botol BBM Diduga Oplosan di Ternate
Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta
Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba
Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi
Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku
Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran
Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru