Usai OMC Berakhir, Gubernur Sherly Tegaskan Pemprov Malut Tetap Waspadai Karhutla

- Wartawan

Sabtu, 19 September 2026 - 03:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sherly di dampinggi Sekda saat di wawancari, kamis (17/09/26). Dok. Istimewah

Gubernur Sherly di dampinggi Sekda saat di wawancari, kamis (17/09/26). Dok. Istimewah

TERNATE, HabarIndonesia.id — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BMKG Pusat, Lanud, PT Smart Cakrawala Aviation, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Maluku Utara.

Pelaksanaan OMC merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani kondisi darurat asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Maluku Utara.

Operasi tersebut menjadi salah satu langkah penanganan yang diminta oleh Gubernur Sherly sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap kondisi di lapangan.

Seiring perkembangan situasi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga sempat meminta agar pelaksanaan OMC dapat diperpanjang.

Permintaan tersebut disampaikan karena pada saat itu curah hujan di sejumlah wilayah masih belum merata dan masih terdapat potensi pertumbuhan awan hujan yang dapat mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB yang telah merespons kebutuhan Maluku Utara melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. Terima kasih juga kepada BMKG, BMKG Pusat, Lanud, PT Smart Cakrawala Aviation dan seluruh unsur yang telah bekerja bersama,” ujar Sherly, Kamis (17/9/2026).

Lanjutnya, OMC di Maluku Utara dilaksanakan pada 5–12 September 2026 dengan basis operasi di Bandara Sultan Babullah Ternate. Dalam pelaksanaannya, operasi menggunakan pesawat Cessna Caravan C208 EX dengan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl).

Ia juga mengatakan, selama periode operasi tersebut, tercatat sebanyak 10 sortie penerbangan. Sasaran penyemaian ditentukan secara dinamis dengan mempertimbangkan ketersediaan awan potensial di sejumlah wilayah Maluku Utara.

Menurut Sherly, dinamika pelaksanaan OMC menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sekaligus pengambilan keputusan berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Ketika kondisi membutuhkan dukungan, kita meminta intervensi dan dukungan dari pemerintah pusat. Ketika kondisi atmosfer berubah, pelaksanaan juga harus mengikuti pertimbangan teknis. Yang terpenting adalah kita terus berupaya memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan evaluasi akhir pada 12 September 2026, menurutnya, hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Maluku Utara dan jumlah hotspot menunjukkan kecenderungan menurun.

Namun, bagi Sherly, hasil evaluasi BMKG menunjukkan ketersediaan awan potensial untuk mendukung pelaksanaan operasi lanjutan dinilai tidak memadai.

Atas pertimbangan kondisi meteorologis tersebut, kata dia, BNPB memutuskan pelaksanaan OMC di Maluku Utara tidak diperpanjang setelah 12 September 2026.

Gubernur Sherly menghargai keputusan tersebut sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada kajian teknis dan kondisi atmosfer.

“Permintaan perpanjangan merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memastikan setiap peluang penanganan dapat dimanfaatkan ketika kondisi masih memungkinkan. Kami menghormati keputusan berdasarkan kajian teknis yang dilakukan,” ujar Sherly.

Meski pelaksanaan OMC telah berakhir, Sherly menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara tetap dilakukan.

Ia juga menyampaikan, pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus memperkuat pemantauan terhadap cuaca, curah hujan, hotspot, serta kondisi di lapangan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi atmosfer.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara dan pendukung OMC. Terima kasih BNPB, BMKG, BMKG Pusat, Lanud, PT Smart Cakrawala Aviation dan seluruh pihak yang telah bekerja bersama untuk Maluku Utara,” pungkasnya.

(Gus)

Berita Terkait

Sekda Haltim, Pendidikan dan Budaya Lokal Jadi Fondasi Membangun Generasi Muda Berkualitas
Kordinasi Dengan BPK Malut, Arjun Onga Sebut Sekda Haltim Birokrat Membanggakan
Wagub Sarbin Sambut Pangdam Mayjen Nefra Firdaus, Ajak TNI Bersama Bangun Maluku Utara
BPBD Maluku Utara Gandeng BNPB Susun Rencana Kontingensi Hadapi Ancaman Banjir
Forum Investasi Maluku Utara 2026, Bupati Halut Ungkap Potensi Panas Bumi Rp34 Triliun
Sekda Haltim Minta Temuan Lama BPK RI Dituntaskan, Administrasi dan Dokumen Diperiksa Kembali
Mubes XI dan Dialog Publik HMPS Sosiologi UMMU Soroti Peran Mahasiswa dalam Kehidupan Intelektual Kampus
Apresiasi ASN Berprestasi, Pemprov Malut Siapkan Empat Kategori Penghargaan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru