Warga Tlogowungu Pati Protes Menu MBG, Ancam Tutup SPPG

- Wartawan

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – HabarIndonesia.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu (AWTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan GOR Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Jumat, 27/02/26, pagi.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan nominal anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam aksinya, massa mempertanyakan kualitas serta rincian harga paket MBG yang dibagikan kepada siswa di wilayah Tlogowungu.

Mereka menilai makanan yang diterima tidak sebanding dengan anggaran sebesar Rp8.000 per porsi untuk siswa kelas bawah.

Koordinator lapangan aksi, Muhammad Ali Sobbri, menyampaikan bahwa menu yang dibagikan hanya berupa satu buah jeruk kecil, empat butir telur puyuh, dan satu roti kering. Bahkan, menurutnya, ditemukan buah jeruk dalam kondisi kurang layak konsumsi.

“Kalau dihitung berdasarkan harga pasaran umum, paket tersebut kisaran Rp5.000. Selain soal harga, kami juga menyoroti kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” ujarnya di sela aksi.

Lanjutnya, Selain mempersoalkan harga dan kualitas makanan, massa juga menyoroti tidak hadirnya petugas ahli gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 01.

Ia mendesak agar evaluasi segera dilakukan dan mengancam akan menutup operasional SPPG Tlogowungu 01 apabila tidak ada perbaikan signifikan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Tlogowungu 01, Viki Ardiyan Listiyanto, menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini menyuplai kebutuhan MBG untuk 35 sekolah di wilayah Tlogowungu.

Menurutnya, nilai makanan yang dipersoalkan telah sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan, yakni sebesar Rp7.900 per porsi, mengacu pada harga eceran tertinggi dan ketentuan dari dinas terkait.

“Untuk pagu anggaran, siswa di bawah kelas 3 SD sebesar Rp8.000, sedangkan kelas 4 SD hingga SMA sebesar Rp10.000. Kami berupaya menyesuaikan dengan standar yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Ia juga menyatakan akan menjadikan kritik masyarakat sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan dan memastikan makanan yang dibagikan tetap memenuhi standar gizi serta kelayakan konsumsi.

(A Rima Mustajab)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru