Tragedi di Pelabuhan Hiri: Warga Jadi Korban Kekerasan Petugas

- Wartawan

Minggu, 13 April 2025 - 17:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Insiden mengejutkan terjadi di Pelabuhan Hiri, Sulamadaha, ketika seorang warga bernama Ramla Malik diduga menjadi korban kekerasan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

Ramla dilarang naik ke kapal karena jumlah penumpang dianggap sudah melebihi kapasitas. Namun, peringatan tersebut berujung pada tindakan represif, Minggu 13/04/25.

Menurut saksi mata, Ramla tidak hanya dihalangi, tetapi juga diremas dan dibanting oleh petugas hingga terpental ke tanah. Kejadian ini sontak membuat masyarakat sekitar heboh dan memicu kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu suara lantang datang dari Ardian Kader, Koordinator Aliansi Masyarakat Pulau Hiri (Ampuh). Ia mengecam keras tindakan petugas yang dianggap tidak manusiawi dan jauh dari semangat pelayanan publik.

“Tindakan petugas ini sangat tidak mencerminkan pelayanan publik yang baik. Kami mendesak Kepala Dinas Perhubungan segera mengevaluasi anggotanya,” ujar Ardian dalam keterangannya.

Ia juga menyoroti ketidakjelasan status Pelabuhan Hiri di Sulamadaha, yang menurutnya belum memiliki nomenklatur atau kejelasan hukum yang pasti untuk beroperasi secara resmi.

“Pelabuhan Hiri belum layak beroperasi karena statusnya belum jelas. Tidak ada kepastian dalam pengelolaannya,” tegas Ardian.

Selain itu, Ardian menyebut bahwa pengaturan jumlah penumpang bukanlah tanggung jawab Dishub, melainkan menjadi kewenangan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Dishub tidak memahami batasan tugasnya. Mereka melangkahi wewenang KSOP dengan seenaknya,” ujarnya geram.

Ia pun meminta Ombudsman turun tangan melakukan investigasi terhadap aktivitas Dinas Perhubungan di pelabuhan tersebut, mengingat dugaan pelanggaran prosedur yang telah terjadi.

“Kami secara resmi meminta Ombudsman RI perwakilan Wilayah Maluku Utara untuk menginvestigasi aktivitas Dishub di Pelabuhan Sulamadaha. Dermaga ini belum layak digunakan, namun sudah beroperasi seolah-olah resmi,” Tutupnya Ardian.

(Apot)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru