SMP Negeri 10 Bisui Butuh Perhatian Serius, Dana BOS Tak Jelas dan Fasilitas Sekolah Memprihatinkan

- Wartawan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – HabarIndonesia. Kondisi SMP Negeri 10 Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Dinas Pendidikan.

Sekolah yang berdiri di wilayah pedesaan ini mengalami banyak kekurangan, baik dari sisi sarana fisik maupun pengelolaan anggaran pendidikan yang tidak transparan.

Dalam wawancara pada Rabu (24/07/2025), salah satu guru kurikulum, Payen Hemuto, mengungkapkan bahwa sekolah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Kami butuh pembangunan pagar sekolah karena setiap hari hewan ternak seperti sapi dan kambing masuk dan mengotori area sekolah, termasuk di teras,” ujarnya Payen

Tak hanya itu, Payen juga menyoroti kurangnya ruang belajar, perpustakaan, dan ketersediaan buku bacaan yang memadai. Ia menegaskan, kebutuhan sarana prasarana ini sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar agar memenuhi standar pendidikan yang layak.

Senada dengan Payen, Guru Wahyu H. Merek juga menambahkan bahwa kekurangan fasilitas sekolah semakin diperparah dengan penggunaan Dana BOS yang tidak jelas.

“Dana BOS yang kami tahu hanya digunakan untuk bayar gaji guru honorer dan biaya sarapan guru. Lainnya kami tidak tahu karena semua dikendalikan kepala sekolah,” jelasnya Wahyu.

Ironisnya, saat ditanya lebih lanjut mengenai rincian jumlah Dana BOS dan laporan pertanggungjawabannya, para guru mengaku tidak pernah dilibatkan ataupun diberi informasi. Wahyu menegaskan bahwa selama ini hanya kepala sekolah yang mengetahui seluruh pengelolaan dana tersebut.

Wahyu menambahkan, masalah bertambah rumit karena kepala sekolah diketahui sudah beberapa bulan absen dari sekolah akibat sakit. Ketidakhadiran kepala sekolah ini dinilai menghambat pengawasan serta pengelolaan operasional sekolah secara menyeluruh. Para guru berharap ada solusi dari Dinas Pendidikan agar manajemen sekolah kembali berjalan normal.

Ia juga menyampaikan, Selain keterbatasan fisik dan dana, guru-guru juga mengeluhkan minimnya akses teknologi, laboratorium, serta koneksi internet. Kondisi ini menyebabkan keterbatasan siswa dalam mengakses informasi dan pembelajaran digital yang kini menjadi standar dalam dunia pendidikan modern.

Payen menambahkan, bahwa keterbatasan anggaran membuat sekolah tidak mampu meningkatkan kualitas guru serta pembelajaran.

Ia menekankan perlunya survei dari Dinas Pendidikan untuk mengidentifikasi masalah nyata di lapangan, agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan tidak hanya di atas kertas.

Guru-guru berharap agar Dinas Pendidikan Halmahera Selatan dapat meningkatkan alokasi dana secara adil dan melakukan pelatihan berkala untuk pengembangan kompetensi guru.

“Kerja sama dengan pemerintah daerah, LSM, dan pihak swasta juga perlu dilakukan demi masa depan pendidikan yang lebih baik,” tutur Payen.

Di akhir wawancara, Wahyu menyerukan pentingnya evaluasi berkala terhadap program dan anggaran sekolah.

“SMP Negeri 10 Bisui harus menjadi perhatian khusus. Tanpa intervensi nyata, kualitas pendidikan di sini akan terus tertinggal,” pungkasnya tegas.

(Munces)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru