Sistem Meritokrasi dan Pengelolaan Anggaran yang Bersih Menjadi Fokus Gubernur Serli

- Wartawan

Jumat, 7 Maret 2025 - 03:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sofifi-HabarIndonesia. Gubernur Maluku Utara Serli menegaskan bahwa pemerintahannya akan berpegang teguh pada prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia berkomitmen untuk menghapus praktik titipan jabatan dalam birokrasi serta memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

Dalam pidatonya di rapat paripurna DPRD Maluku Utara, Kamis (6/3/2025), Serli menyampaikan bahwa sistem birokrasi di Maluku Utara harus segera dibenahi agar lebih efektif, efisien, dan melayani masyarakat dengan lebih baik.

“Mutasi jabatan bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal kompetensi, kemampuan kerja sama, dan integritas,” tegasnya di hadapan anggota DPRD dan tamu undangan.

Selama ini, sistem birokrasi di berbagai daerah sering kali mengalami hambatan akibat adanya praktik _titipan jabatan_ di mana pejabat tertentu ditempatkan bukan berdasarkan kemampuan, tetapi karena faktor kedekatan dengan penguasa atau kepentingan politik tertentu.

Serli menegaskan bahwa praktik semacam itu tidak akan terjadi di bawah kepemimpinannya.

“Saya akan mengganti sistem mutasi kepegawaian berbasis sauter dan menggantinya dengan sistem merit pada akhir tahun ini. Tidak ada lagi politisasi jabatan, urus-mengurus, titip sana-sini. Mutasi jabatan bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal kompetensi, kemampuan kerja sama, dan integritas,” ujarnya.

Dengan menerapkan sistem meritokrasi, hanya pegawai yang memiliki kualifikasi, prestasi, dan kinerja terbaik yang akan mendapatkan promosi dan jabatan strategis di pemerintahan daerah. Serli yakin bahwa dengan langkah ini, kualitas pelayanan publik akan meningkat dan masyarakat akan merasakan dampak positifnya secara langsung.

Selain menata birokrasi agar lebih profesional, Serli juga menegaskan bahwa pengelolaan APBD akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia memastikan bahwa tidak akan ada ruang bagi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Saya dan Wakil Gubernur tidak datang untuk memperkaya diri. Kami hadir untuk mengabdi. Oleh karena itu, kami akan berdiri di garda terdepan memberi teladan dalam memberantas kolusi, korupsi, dan nepotisme dalam pemerintahan yang kami pimpin,” ujarnya.

Komitmen ini menjadi sinyal kuat bahwa setiap penggunaan anggaran akan diawasi ketat dan dipastikan sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Serli juga menegaskan bahwa siapa pun yang menyalahgunakan dana APBD akan ditindak tegas.

“Saya tidak akan ragu menindak siapa pun yang menyalahgunakan jabatan dan merugikan rakyat. Saya pastikan bahwa setiap rupiah dari APBD digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok atau perusahaan” tegasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata kelola anggaran, termasuk potensi penyalahgunaan dana publik. Oleh karena itu, Serli menekankan bahwa pemerintahannya akan menjalankan prinsip good governance, dengan akuntabilitas, transparansi, taat asas, partisipasi, efisiensi, dan efektivitas dalam setiap kebijakan yang dibuat.

(Gus)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru