HALBAR, HabarIndonesia.id – Suara lagu-lagu nasional menggema dari halaman Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Maluku Utara, Kamis (6/8). Momen tersebut beriringan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Maluku Utara yang telah bergulir sejak 30 Juli, sekaligus menjadi peristiwa penuh haru dan semangat bagi Gubernur Sherly.
Sebanyak 240 siswa dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2 resmi memulai perjalanan pendidikan berasrama di sekolah yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Di bawah kibaran atribut Merah Putih, ratusan siswa bersorak dengan penuh semangat bersama Gubernur Sherly yang pagi itu datang menyapa mereka.
Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perkim, Pj. Kepala Sekolah, serta Perwakilan Kementerian PU.
Pada momen peringatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Gubernur perempuan pertama di Bumi Moloku Kie Raha itu mengajak para siswa memaknai semangat kemerdekaan sebagai kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menggapai masa depan yang lebih baik melalui Sekolah Rakyat.
Raut ceria dan semangat membara terpancar dari wajah siswa-siswi ketika Gubernur naik ke podium.
“Semangat semua?” buka Sherly dengan senyum khasnya.
Selain menanyakan kondisi dan perasaan mereka selama berada di Sekolah Rakyat, ia juga memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa.
Sementara itu, Pj. Kepala Sekolah Rakyat, Nurhasni Ibrahim, mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Malut kini resmi beroperasi dengan menggabungkan siswa dari berbagai lokasi ke dalam satu kawasan sekolah yang terpadu.
“Kunjungan Ibu Gubernur ke Sekolah Rakyat menjadi bentuk apresiasi dan perhatian untuk pendidikan berkualitas,” katanya.
Salah satu siswi, Nadira Jamil (13), tak mampu menyembunyikan wajah bahagianya ketika bertemu dan bersalaman langsung dengan Gubernur.
“Ibu Gubernur cantik sekali,” ungkapnya singkat sambil tersipu malu.
Sebelum meninggalkan lokasi, Sherly berharap semangat yang tumbuh di Sekolah Rakyat dapat melahirkan generasi yang tangguh dan berdaya saing.
“Mengisi kemerdekaan hari ini bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan belajar sungguh-sungguh agar kelak menjadi generasi yang membangun Maluku Utara,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, di bawah komando Sherly-Sarbin, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat.
Program strategis ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku Utara.
Dengan konsep pendidikan yang terintegrasi, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi solusi nyata dalam mengurangi angka kemiskinan melalui jalur pendidikan.
(Gus)














