Rapat Kerja Komisi I DPRD Halmahera Barat Bahas Kawasan Perdesaan Prioritas

- Wartawan

Jumat, 7 Februari 2025 - 04:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halbar-Habarindonesia. Komisi I DPRD Halmahera Barat, bersama jajaran instansi teknis, Bappeda, Bagian Hukum, Pertanian, dan DPMPD menggelar rapat kerja di Kantor DPRD Kabupaten Halmahera Barat, pada hari Selasa, 4 Februari 2025.

Rapat tersebut bertujuan untuk membahas pemaparan materi terkait Halmahera Barat yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdesaan prioritas oleh pemerintah pusat.

Kristofel Sakalati, anggota Komisi I DPRD, menyampaikan dalam wawancaranya dengan media bahwa dalam rapat kerja tersebut, mereka mengusulkan kepada Bappeda agar materi terkait Halmahera Barat dipaparkan dengan lebih mendalam, terutama mengenai status kawasan perdesaan prioritas.

Hal ini menjadi sangat penting mengingat Halmahera Barat termasuk dalam 30 kabupaten/kota yang terpilih untuk mendapatkan perhatian khusus dalam pembangunan nasional.

Dari 500 lebih kabupaten dan kota di Indonesia, hanya sekitar 30 kabupaten yang dipilih untuk masuk dalam rencana pembangunan nasional. Kristofel juga mengatakan Halmahera Barat adalah satu-satunya kabupaten di Provinsi Maluku Utara yang terpilih untuk menjadi kawasan perdesaan prioritas.

“Penetapan kawasan perdesaan itu kurang lebih 30 kabupaten/kota terpilih, dan Halmahera Barat adalah salah satunya di Provinsi Maluku Utara yang sudah ditetapkan dalam skala prioritas,” Katanya Kristofel.

Kristofel juga menjelaskan bahwa dalam rapat kerja tersebut, telah dipaparkan mengenai dokumen-dokumen kesiapan yang diperlukan. Menurutnya, dokumen-dokumen ini harus siap pada batas waktu yang ditentukan, yaitu hingga 30 Mei 2025.

“Kami sudah konfirmasi kepada Bappeda dan Dinas Pertanian agar kelengkapan dokumen tersebut dapat dipenuhi sebelum tanggal 30 Mei nanti,” Ungkapnya.

Kawasan perdesaan prioritas yang terpilih di Halmahera Barat difokuskan pada wilayah Sahu Timur. Tiga desa di wilayah trans migrasi, serta dua desa di Kecamatan Ibu Selatan, yaitu Desa Tosoa dan Desa Tugu Air, telah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan perdesaan prioritas.

“Dalam ketentuan, satu kabupaten harus ditetapkan dalam satu wilayah terpilih, dan kawasan prioritas di Halmahera Barat berada di 3 desa di wilayah trans dan menyebar ke 2 desa di Kecamatan Ibu Selatan, yaitu Desa Tosoa dan Desa Tugu Air,” jelas Kristofel.

Kawasan yang terpilih ini diharapkan dapat menjadi prioritas dalam pembangunan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut. Para anggota Komisi I DPRD Halmahera Barat menekankan pentingnya keseriusan dalam menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan agar kawasan tersebut bisa mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Dengan adanya penetapan Halmahera Barat sebagai kawasan perdesaan prioritas, diharapkan akan ada perbaikan yang signifikan dalam hal pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan kelancaran implementasi program-program pembangunan di kawasan tersebut.

Dalam rapat kerja tersebut, anggota Komisi I DPRD juga menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai instansi teknis harus terus dilakukan agar proses pembangunan berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Pihaknya pun berharap agar program-program yang telah direncanakan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat di Halmahera Barat.
(Apot)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru