Protes Nelayan di Pelabuhan Dufa-Dufa

- Wartawan

Minggu, 2 Maret 2025 - 18:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate-HabarIndinesia. Puluhan nelayan di Pelabuhan Perikanan Dufa-Dufa, Kota Ternate, menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Maluku Utara, Hj. Husni Bopeng, untuk menyampaikan keluhan mereka terkait pemindahan sahbandar ke bidang tangkap.

Kebijakan ini dinilai tidak sesuai dengan fungsi sahbandar dan menghambat operasional kapal nelayan. Pemindahan tersebut dilakukan oleh Dinas Perikanan Maluku Utara Abdullah Assagaf, dan ditandatangani oleh Sekda Pejabat (Pj) Abubakar Hi. Abdullah.

Dalam pertemuan tersebut, Husni Bopeng yang juga merupakan koordinator Komisi II DPRD Malut melihat langsung kondisi pelayanan balai perikanan kepada nelayan. Diskusi yang melibatkan Kepala Balai Perikanan, Sahbandar, serta nelayan ini mengungkap berbagai kendala yang menghambat aktivitas perikanan di Dufa-Dufa.

Irfan Abdurahman, salah satu nelayan, menegaskan bahwa pemindahan sahbandar menimbulkan kendala serius bagi operasional 42 kapal yang berlabuh di pelabuhan tersebut. Selama ini, sahbandar di Dufa-Dufa berperan penting dalam kelancaran perizinan dan administrasi kapal yang keluar-masuk pelabuhan.

“Sahbandar yang sebelumnya bertugas di sini sangat membantu kami. Namun, setelah dipindahkan ke bidang tangkap, kapal-kapal jadi kesulitan dalam mengurus dokumen dan perizinan karena tidak ada petugas yang standby,” ujar Irfan.

Ia berharap agar DPRD Maluku Utara bisa menyampaikan aspirasi nelayan kepada Dinas Perikanan agar sahbandar tetap berada di Dufa-Dufa. Menurutnya, pelayanan yang diberikan selama ini sangat baik dan fleksibel, tidak terbatas oleh jam kerja resmi.

Selain masalah sahbandar, perlunya Dinas Perikanan suda harus segera siapkan masterplan pengembangan Pelabuhan Perikanan Dufa-Dufa. Kapasitas pelabuhan saat ini dinilai sudah tidak memadai untuk menampung jumlah kapal yang terus bertambah. Mereka meminta agar pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam pengembangan pelabuhan.

“Pelabuhan ini adalah penyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar di sektor perikanan Maluku Utara. Namun, perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dan pelayanan di sini masih minim. Pajak dan retribusi yang kami bayar tidak sebanding dengan fasilitas yang kami dapatkan,” keluh Irfan.

Nelayan khawatir jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, akan berdampak lebih luas, termasuk pada pasokan ikan untuk kebutuhan konsumsi di Maluku Utara. Hambatan dalam pelayanan perikanan berpotensi mengganggu mata pencaharian nelayan dan stabilitas ekonomi lokal.

Menanggapi keluhan tersebut, Hj. Husni Bopeng berjanji akan mengawal aspirasi para nelayan. Ia berkomitmen untuk berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Provinsi agar sahbandar tetap bertugas di lokasi yang sesuai dengan fungsinya dan tidak dipindahkan ke bidang lain yang tidak relevan.

“Saya akan memperjuangkan agar sahbandar tetap di Dufa-Dufa. Pelayanan bagi nelayan harus menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan,” tegas Husni Bopeng.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah harus hadir untuk memastikan ekosistem perikanan berjalan dengan baik. Husni berjanji akan mendorong perbaikan pelayanan perikanan, termasuk perencanaan pengembangan infrastruktur pelabuhan agar dapat menunjang aktivitas nelayan secara optimal.

(Wan)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Lima Bakal Calon Berebut Kursi Ketua Golkar Ternate, Satu Kandidat Gugur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:19 WIT

Ardian Idhan Klaim Kantongi 10 Dukungan, Musda Golkar Ternate Digelar 12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:06 WIT

Ardian Idhan Resmi Ambil Formulir, Tim Pemenangan Klaim 7 PK Golkar Beri Dukungan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:28 WIT

Ardian Idhan Siap Bertarung di Musda Golkar Ternate, Kantongi Rekomendasi serta dukungan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:16 WIT

KPU Halsel Perkuat Budaya Kerja Bersih, Zona Integritas Jadi Komitmen Bersama

Rabu, 30 September 2026 - 18:48 WIT

Pleno PDPB Triwulan III, KPU Halsel Catat 192.741 Pemilih di 30 Kecamatan

Sabtu, 26 September 2026 - 01:38 WIT

Husni Bopeng Serap Aspirasi Warga Buku Maadu, Air Bersih hingga Nasib Guru Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 00:08 WIT

Reses Husni Bopeng di Tarau Serap Aspirasi Warga, Saluran Air hingga Jalan Lingkungan Jadi Prioritas

Berita Terbaru