PPDB SMA Negeri 1 Kota Ternate Ricuh Tak Transparan. Kepala Sekolah Diduga Kabur Gunakan Mobil Dinas

- Wartawan

Jumat, 4 Juli 2025 - 19:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Kota Ternate kembali memicu gejolak. Jumat, 4 Juli 2025, suasana memanas ketika sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah untuk menuntut kejelasan jalur prestasi yang dinilai sarat kecurangan.

Namun, upaya mereka menemukan jawaban pupus, karena Kepala Sekolah Mustamin Lila justru diduga menghindar dan meninggalkan sekolah menggunakan mobil dinas, tanpa menemui satu pun dari para orang tua maupun wartawan yang menunggu sejak sore.

Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan bahwa sejak pukul 16.45 hingga 18.49 WIT, tidak ada penjelasan resmi dari pihak sekolah. Bahkan upaya konfirmasi langsung kepada kepala sekolah tidak membuahkan hasil.

Seorang staf menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang mengikuti rapat, namun pada akhirnya terlihat meninggalkan sekolah tanpa penjelasan.

Kekecewaan memuncak saat salah satu orang tua siswa, Ibu Vita, mengungkapkan kesedihannya. Ia mengaku putrinya memiliki nilai akhir 266.90 serta sertifikat nasional di bidang basket, namun tetap tidak lulus melalui jalur prestasi.

“Anak saya nilainya lebih tinggi dari beberapa yang lulus. Tapi justru mereka yang diterima. Ini tidak adil,” ujar Ibu Vita dengan mata berkaca-kaca.

Ibu Vita menyatakan sudah beberapa kali datang ke sekolah untuk meminta penjelasan. Namun, ia justru merasa diabaikan.

“Saya sudah datang dari jam 16:45, duduk berjam-jam, tapi kepala sekolah malah pergi. Bukannya menyelesaikan masalah, malah kabur dengan mobil dinas,” katanya geram.

Ia juga menyoroti adanya dugaan praktik tidak adil yang dilakukan oleh pihak sekolah. Menurutnya, proses seleksi jalur prestasi seharusnya bisa diverifikasi secara transparan.

“Kami butuh bukti dan data yang sah, bukan keputusan yang menggantung dan mencurigakan. Jangan jadikan pendidikan sebagai lahan main-main,” tegasnya.

Kecurigaan semakin kuat setelah Ibu Vita melihat banyak orang tua datang dengan intensitas tinggi ke sekolah.

“Ada yang katanya datang untuk ‘perbaikan’ data, tapi bisa jadi ada yang datang karena kedekatan. Ini mencederai semangat keadilan dalam dunia pendidikan,” ucapnya tajam.

Tidak tinggal diam, Ibu Vita mengaku telah melaporkan kasus ini ke Ombudsman Maluku Utara.

“Aduan saya sudah resmi masuk. Saya tidak bisa diam melihat anak saya diperlakukan tidak adil. Semoga Ombudsman bisa memberikan jalan keluar,” katanya.

Ibu Vita juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi mental sang anak.

“Anak saya jadi murung, teman-temannya bertanya-tanya. Saya khawatir ini berdampak pada psikologisnya. Jangan karena proses yang tidak transparan, masa depan anak-anak jadi korban,” ungkapnya penuh harap.

Ia meminta sekolah memberikan klarifikasi resmi dan mempertimbangkan kembali keputusan penerimaan.

“Saya tahu kuota terbatas, tapi ini soal hak anak saya. Kami hanya ingin keadilan dan penjelasan yang logis, bukan pengabaian dan kabur dari tanggung jawab,” tutup Ibu Vita dengan nada tegas.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru