HALUT – HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara Tahun 2026 di Kabupaten Halmahera Utara. Selasa 09/06/26.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut bukan sekadar kompetisi perebutan medali, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul di Maluku Utara.
Pembukaan Porprov V berlangsung meriah dengan mempertemukan sekitar 2.300 kontingen dan lebih dari 1.700 atlet dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara yang akan bersaing pada 27 cabang olahraga. Ajang tersebut menjadi momentum persatuan dan pengembangan potensi atlet daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kabupaten Halmahera Utara yang telah menjadi tuan rumah yang sangat baik. Berbulan-bulan persiapan dilakukan, baik dari sisi anggaran maupun waktu. Saya memberikan apresiasi atas totalitas Bupati Halmahera Utara dan seluruh jajarannya dalam memastikan Porprov V berjalan sukses,” kata Sherly.
Selain itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada sembilan kepala daerah lainnya yang tetap mengalokasikan anggaran untuk mengirimkan kontingen di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung.
“Saya memahami situasi saat ini, tetapi seluruh kabupaten/kota tetap menunjukkan komitmen luar biasa dengan mengirimkan atlet terbaiknya. Ini menunjukkan semangat membangun olahraga di Maluku Utara tetap hidup,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Sherly mengajak seluruh pihak untuk memandang Porprov tidak hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi sebagai sarana menemukan dan membina talenta-talenta terbaik daerah.
Ia berharap setelah Porprov berakhir, pemerintah bersama KONI dapat melakukan evaluasi terhadap 27 cabang olahraga yang dipertandingkan, kemudian menetapkan sekitar 10 hingga 15 cabang prioritas untuk dikembangkan secara serius melalui peningkatan kualitas pelatih, wasit, infrastruktur olahraga, hingga pembinaan atlet usia dini.
Menurutnya, Maluku Utara memiliki potensi atlet yang besar meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana olahraga.
“Kita memiliki talenta-talenta luar biasa. Putra-putri terbaik Maluku Utara harus didukung dengan sistem yang benar agar potensi itu bisa berkembang maksimal,” tegasnya.
Sherly mencontohkan sejumlah capaian atlet Maluku Utara pada berbagai ajang nasional dan internasional, seperti perolehan medali pada cabang tinju serta peningkatan prestasi taekwondo yang sebelumnya berada di peringkat bawah namun kini mampu menembus posisi tujuh besar nasional.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen bekerja sama dengan 10 pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan dukungan anggaran, fasilitas, dan pembinaan atlet menuju ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi. Ini investasi karakter, investasi disiplin, dan investasi sumber daya manusia. Maluku Utara bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya sumber daya manusia, khususnya atlet-atlet berbakat,” ujarnya.
Kepada para atlet, Sherly berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak hanya berorientasi pada kemenangan semata.
“Menang memang membanggakan, tetapi proses, disiplin, dan mental juara adalah warisan yang lebih berharga. Jangan takut kalah, karena kegagalan sering menjadi guru terbaik menuju kemenangan yang lebih besar,” pesannya.
Di akhir sambutan, Gubernur mengingatkan bahwa meskipun para atlet saat ini bertanding mewakili daerah masing-masing, namun pada akhirnya seluruh daerah akan bersatu membawa nama Maluku Utara.
“Hari ini kita bertanding sebagai lawan dari 10 kabupaten/kota, tetapi besok kita akan berdiri bersama membawa nama Maluku Utara. Bertandinglah dengan sportif, mari bertanding di lapangan dan tetap bersaudara di luar lapangan,” tutup Sherly.
(Red)














