PMII Ternate Desak Polda Malut Bebaskan 27 Warga Haltim; “Kami Akan Turun Jalan!”

- Wartawan

Senin, 19 Mei 2025 - 13:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — HabarIndonesi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate mengecam keras tindakan Polda Maluku Utara yang menetapkan 27 warga Halmahera Timur sebagai tersangka.

Penetapan itu buntut dari aksi protes warga adat yang menolak kehadiran industri nikel milik PT POSITION di wilayah mereka. PMII menuntut pembebasan para warga tanpa syarat.

Ketua PMII Cabang Ternate, Safrian Sula, menyatakan bahwa kriminalisasi terhadap masyarakat adat merupakan bentuk ketidakadilan dan pelecehan terhadap hak hidup masyarakat lokal.

“Kami dan seluruh mahasiswa di Maluku Utara, terutama di Kota Ternate, akan turun ke jalan dengan jumlah besar,” tegas Safrian saat dikonfirmasi oleh media, senin 19/05/25.

Menurutnya, aksi demonstrasi yang dilakukan warga Kecamatan Maba, Halmahera Timur, adalah bentuk perlawanan terhadap ancaman nyata dari aktivitas industri tambang yang merusak lingkungan dan merampas tanah adat.

“Ini adalah bentuk mempertahankan wilayah mereka, bukan tindakan premanisme seperti yang dituduhkan,” ujar Safrian.

Lebih lanjut, Safrian menilai bahwa aparat kepolisian justru berperan sebagai pelindung korporasi tambang, bukan sebagai pengayom masyarakat.

“Mereka yang seharusnya melindungi rakyat, justru jadi alat represi. Ini sangat ironis dan melukai kepercayaan publik,” katanya.

PMII Ternate juga menyampaikan empat tuntutan tegas kepada pihak berwenang. Pertama, mereka menuntut pembebasan 27 warga tanpa syarat.

Kedua, mendesak pencopotan Kapolda Malut dan Kapolres Halmahera Timur. Ketiga, menghentikan seluruh aktivitas produksi PT POSITION. Dan keempat, meminta aparat kepolisian untuk berhenti mengkriminalisasi masyarakat.

Aksi solidaritas besar-besaran pun sedang disiapkan oleh PMII bersama elemen mahasiswa dan masyarakat sipil lainnya di seluruh Maluku Utara.

Mereka menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan dan industri tambang angkat kaki dari tanah adat.

“Ini bukan sekadar perjuangan warga Halmahera Timur, tapi perjuangan seluruh rakyat Maluku Utara melawan ketidakadilan struktural. Kami menyerukan seluruh sahabat PMII dan warga Nahdliyyin untuk bersatu dan bersolidaritas,” pungkas Safrian.

Dengan tekanan publik yang terus meningkat, kini bola panas berada di tangan Polda Malut dan pemerintah daerah. Mampukah mereka menjawab tuntutan masyarakat, atau justru membiarkan bara perlawanan ini semakin membesar?

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Lima Bakal Calon Berebut Kursi Ketua Golkar Ternate, Satu Kandidat Gugur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:19 WIT

Ardian Idhan Klaim Kantongi 10 Dukungan, Musda Golkar Ternate Digelar 12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:06 WIT

Ardian Idhan Resmi Ambil Formulir, Tim Pemenangan Klaim 7 PK Golkar Beri Dukungan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:28 WIT

Ardian Idhan Siap Bertarung di Musda Golkar Ternate, Kantongi Rekomendasi serta dukungan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:16 WIT

KPU Halsel Perkuat Budaya Kerja Bersih, Zona Integritas Jadi Komitmen Bersama

Rabu, 30 September 2026 - 18:48 WIT

Pleno PDPB Triwulan III, KPU Halsel Catat 192.741 Pemilih di 30 Kecamatan

Sabtu, 26 September 2026 - 01:38 WIT

Husni Bopeng Serap Aspirasi Warga Buku Maadu, Air Bersih hingga Nasib Guru Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 00:08 WIT

Reses Husni Bopeng di Tarau Serap Aspirasi Warga, Saluran Air hingga Jalan Lingkungan Jadi Prioritas

Berita Terbaru