Pesan Menyentuh Gubernur Sherly, Tidak Boleh Ada Dendam’ di Tengah Rekonsiliasi

- Wartawan

Kamis, 9 April 2026 - 13:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTENG — HabarIndonesia.id – Upaya rekonsiliasi pascakonflik antarwarga mulai terbangun di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Pertemuan antara warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo digelar di bawah tenda sederhana di tengah kampung, beberapa hari setelah insiden pembakaran rumah yang sempat memicu ketegangan.

Pertemuan rekonsiliasi antara warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo untuk memulihkan hubungan sosial pascakonflik. Kamis, 09/04/26.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Warga kedua desa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangaji.

Di tengah kampung, menjadi titik lokasi pertemuan warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kabupaten Halmahera Tengah.

Untuk meredakan ketegangan, menghentikan potensi konflik lanjutan, serta memulihkan hubungan sosial yang sempat retak akibat kesalahpahaman dan emosi.

Melalui dialog langsung, pendekatan humanis dari pemerintah daerah, serta penegasan komitmen bersama untuk saling memaafkan dan mengakhiri siklus balas dendam.

Suasana pertemuan berlangsung hangat namun penuh haru. Warga dari kedua desa tampak duduk berdampingan, meskipun sebagian masih menyimpan raut lelah dan penyesalan akibat konflik yang terjadi.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, hadir langsung di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis.

Ia menyapa warga satu per satu, berjabat tangan, bahkan menggenggam tangan warga sebagai bentuk empati dan dukungan moral.

Dalam arahannya, Sherly menegaskan pentingnya menghentikan siklus balas dendam dan mengedepankan nilai persaudaraan.

“Hati itu harus ikhlas, harus memaafkan, tidak boleh ada dendam, harus ada kasih,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik hanya membawa kerugian bagi semua pihak. Dalam waktu singkat, rumah yang dibangun bertahun-tahun dapat hancur akibat emosi dan informasi yang belum tentu benar.

“Kalau kita saling balas, balas sana, balas sini, konflik akan semakin panjang. Dan yang rugi adalah kita semua,” tegasnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan lebih berhati-hati dalam bertindak.

“Kita tidak bisa mengontrol orang lain, tetapi kita bisa mengontrol reaksi kita. Jangan menghukum tanpa bukti, dan jangan bertindak dengan emosi,” tambahnya.

Sherly juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah juga memastikan akan bertanggung jawab dalam proses pemulihan, termasuk membantu pembangunan kembali rumah warga yang terdampak konflik.

“Nanti urusan rumah kalian menjadi tanggung jawab saya dan Pak Bupati,” ujar Sherly.

Bagi sherly pertemuan ini tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga ruang rekonsiliasi yang membuka harapan baru bagi kedua desa untuk kembali hidup damai.

Ia juga menyampaikan, tanda-tanda perdamaian mulai terlihat dari sikap warga yang menunjukkan keinginan mengakhiri konflik dan membangun kembali kebersamaan.

Dengan semangat persaudaraan, Sherly berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan kondisi sosial masyarakat kembali stabil.

(Gus/Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru