Perayaan 78 Tahun HMI di Ternate: Refleksi dan Tantangan Masa Depan

- Wartawan

Sabtu, 8 Februari 2025 - 23:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate-Habarindonesia. Malam yang penuh refleksi dan diskusi kritis mewarnai perayaan 78 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Rotasi Cafe, Ternate. Acara ini menghadirkan berbagai pemikiran dari para senior, tokoh Cipayung Plus, serta birokrat, yang membahas perjalanan panjang organisasi ini dan tantangan yang dihadapinya dalam dunia pergerakan mahasiswa saat ini. Sabtu 08/02/25.

Dalam diskusi tersebut, Mustafa Hasan, seorang alumni HMI Ambon, membuka sesi dengan mengingat kembali ucapan pendiri HMI, Lafran Pane. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap perubahan yang terjadi dari era Orde Baru hingga Reformasi, di mana banyak alumni HMI seakan “tergusur” dari panggung politik dan birokrasi.

“Apakah ini karena kita kalah dalam kualitas atau karena sistem politik yang berubah?” tanyanya. Menurutnya, terjadi degradasi intelektualisme di kalangan kader HMI. Salah satu contohnya adalah dalam hal pelatihan (training).

Jika dulu kader HMI tidak membutuhkan gedung mewah dan fasilitas mewah untuk mengikuti training, kini banyak yang terlalu berorientasi pada kenyamanan. Mustafa berharap kader HMI dapat kembali pada semangat awal, memahami kondisi masyarakat secara langsung, dan tidak hanya sibuk dengan aktivitas internal organisasi.

Imron Mahmud, yang juga hadir sebagai pembicara, menambahkan perspektif tentang redupnya gerakan mahasiswa, tidak hanya di HMI tetapi juga di organisasi lain seperti PMII dan IMM. Menurutnya, kemajuan teknologi menjadi faktor utama yang membuat mahasiswa semakin terlena.

“Kita melihat semakin banyak mahasiswa yang lebih asyik dengan handphone dan media sosial daripada turun langsung ke lapangan. Tidak ada lagi ‘titisan’ semangat perjuangan dalam diri mereka,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi perjuangan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Sementara itu, Prof. Dr. Jubair Situmorang, M.Ag., sebagai senior HMI, mengangkat isu kontroversial tentang “kematian” HMI. Menurutnya, salah satu ancaman terbesar yang pernah dihadapi HMI adalah adanya upaya untuk membubarkan organisasi ini di masa lalu.

Ia menyebut bahwa Audit, seorang tokoh yang memahami ajaran Islam secara mendalam, pernah menganggap HMI sebagai ancaman karena visi nasionalisme yang diusung Lafran Pane. Namun, upaya ini tidak berhasil karena Soekarno memilih untuk tidak membubarkan HMI.

Saat ini, lanjutnya, ancaman lain bagi HMI bukan datang dari luar, tetapi dari dalam, yaitu kekecewaan para kader sendiri. Banyak yang mempertanyakan relevansi HMI di era digitalisasi.

“Ada narasi yang berkembang di kalangan mahasiswa: lebih baik tidak usah masuk HMI. Ini menjadi tantangan bagi kita semua,” ujarnya. Oleh karena itu, ia mengajak para kader untuk kembali merumuskan peran HMI agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Sesi diskusi semakin menarik dengan testimoni dari Aprilyadi Agus Maarsaoly, seorang peserta yang berbagi pengalaman tentang dinamika internal di HMI. Ia menyoroti bagaimana sering kali kader dijadikan bahan “praktek” antara penguasa dan rakyat, serta dinamika antara komisariat dan cabang yang terkadang kurang harmonis.

“Saat komisariat mengkritik kebijakan cabang, sering kali dianggap tidak memahami apa yang sedang dikerjakan. Padahal, kritik adalah bagian dari proses pembelajaran dan demokratisasi dalam organisasi,” katanya.

Sebagai penutup, Moderator Dr. Heman Oesman, M.Si., menyampaikan bahwa masa depan HMI ada di tangan kader-kadernya saat ini. Banyak alumni HMI yang telah berkiprah di berbagai bidang, seperti pers, kesehatan, dakwah, dan ekonomi. Ia berharap kader-kader muda bisa terus berproses dan menjaga eksistensi HMI.

“78 tahun perjalanan HMI bukan sekadar angka, tetapi sebuah bukti bahwa organisasi ini masih memiliki peran besar di Indonesia. Semua tergantung pada kita. Semoga HMI tetap eksis dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. Acara pun ditutup dengan doa dan pembacaan Surat Al-Fatihah.

Diskusi ini menjadi momen penting bagi kader HMI untuk kembali merefleksikan peran dan kontribusinya di era modern. HMI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pembentukan intelektual dan pemimpin masa depan. Dengan berbagai tantangan yang ada, harapannya HMI bisa tetap menjadi lokomotif pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia.
(Opal)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru