Pemkot dan BPN Mangkir Saat Dialog Sengketa Lahan Memanas, PMII dan Warga Ternate Kecewa Berat

- Wartawan

Kamis, 14 Agustus 2025 - 05:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Konflik sengketa lahan antara warga dan Polda Maluku Utara di kawasan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance kembali memuncak. Ketika harapan akan dialog terbuka muncul, dua institusi kunci Pemerintah Kota Ternate dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) justru tidak hadir dalam forum diskusi publik yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate, Rabu malam (14/08/25).

Forum yang digelar di Kafe Sabeba, Kecamatan Ternate Tengah, bertajuk “Urgensi Sengketa Lahan Antara Polda dan Masyarakat: Bagaimana Jalan Keluarnya?” itu dirancang sebagai ruang mediasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Sayangnya, kursi untuk perwakilan Pemkot dan BPN kosong, memicu kekecewaan mendalam dari peserta dan warga terdampak.

“Ketidakhadiran ini bukan sekadar soal absen, tapi bentuk ketidaktransparanan dan ketidaksungguhan dalam menyelesaikan konflik yang sudah puluhan tahun berlarut,” tegas Ketua PMII Cabang Ternate, Riyan Sula.

Menurut Riyan, absennya dua pihak utama ini mencerminkan lemahnya keberpihakan institusi terhadap rakyat. Ia menyebut forum ini seharusnya menjadi ajang akademik dan sosial untuk mencari solusi, bukan ruang untuk menghindar.

“Kami datang dengan iktikad baik. Tapi jika pola ini terus berulang, jangan salahkan jika kami akan turun jalan dengan massa yang lebih besar dan mendatangi langsung kantor BPN dan Pemkot,” ancam Riyan lantang.

Konflik bermula dari terbitnya sertifikat Hak Pakai atas nama Polri pada 1989. Sertifikat tersebut menjadi dasar klaim Polda Malut atas lahan yang sudah lama ditempati dan dikelola oleh warga. Di sisi lain, warga mengaku memiliki bukti pembayaran pajak serta sejarah penguasaan fisik atas tanah itu sejak lama.

PMII menilai bahwa ini bukan sekadar persoalan administratif, tapi soal keadilan substantif yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ketidakterbukaan data kepemilikan, menurut mereka, memperbesar potensi konflik sosial dan memperpanjang penderitaan warga.

“Kami tidak akan berhenti di forum ini. Ketika dialog tak direspons, maka perlawanan sosial akan menjadi opsi, karena kami butih penjelasan juga pihak terkait,” tutup Riyan dengan nada geram.

Forum tetap berjalan dengan kehadiran akademisi hukum dan warga terdampak yang membagikan testimoni mereka. Namun tanpa kehadiran otoritas yang berwenang, kami kembali harus menunggu solusi yang belum pasti sementara konflik terus menyala di tengah masyarakat.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru