Pelabuhan Bisui Memprihatinkan. Lampu Jalan Mati, Fasilitas Rusak, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

- Wartawan

Sabtu, 19 Juli 2025 - 03:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – HabarIndonesia. Kondisi Pelabuhan Laut di Desa Bisui, Kecamatan Gane Timur Tengah, Halmahera Selatan, kian memprihatinkan. Sejumlah fasilitas penting seperti lampu penerangan jalan, ruang tunggu, pagar, dan gerbang pelabuhan rusak parah dan tak terawat.

Situasi ini menuai keluhan dari penumpang, buruh, hingga masyarakat sekitar yang meminta perhatian serius dari pemerintah dan otoritas pelabuhan.

Pantauan awak media HabarIndonesia.id di lapangan menunjukkan bahwa area pelabuhan gelap gulita saat malam tiba. Lampu jalan dan lampu ruang tunggu sudah hampir tiga tahun tak berfungsi.

Di tengah hiruk pikuk bongkar muat barang dari KM Kieraha III, para penumpang dan buruh terpaksa bekerja dalam kondisi minim pencahayaan, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan tindak kriminal.

“Saat malam kapal masuk, kami harus pakai senter atau datang beramai-ramai karena gelap dan menakutkan. Ruang tunggu juga bocor dan tidak nyaman. Pemerintah harus segera perbaiki,” ujar Jubaeda, salah satu penumpang KM Kieraha III, dengan nada kecewa.

Kerusakan tidak hanya pada lampu jalan. Menurut Safi, seorang buruh pelabuhan, bangunan fisik seperti gerbang utama, pagar, hingga atap dan plafon ruang tunggu sudah lama dibiarkan rusak.

Ia menilai kondisi ini mencerminkan kelalaian pihak terkait dalam merawat salah satu aset vital transportasi laut di wilayah tersebut.

“Ini bukan soal fasilitas rusak biasa, tapi ini menyangkut keselamatan kami para pekerja dan penumpang. Pemerintah dan petugas pelabuhan harus bertanggung jawab. Kami minta inspeksi menyeluruh dan langkah nyata, bukan hanya janji,” tegas Safi.

Ia menekankan bahwa kerusakan lampu bukan sekadar persoalan estetika, melainkan persoalan serius yang dapat menyebabkan kecelakaan, termasuk tabrakan kapal akibat kurangnya visibilitas.

Safi juga mendesak agar Kementerian Perhubungan melalui petugas pelabuhan setempat menerapkan sistem pemeliharaan berkala dan menggunakan teknologi modern seperti lampu tenaga surya dengan sistem pemantauan jarak jauh.

“Kita tidak bisa terus menunggu sampai ada korban. Pelabuhan ini adalah nadi ekonomi warga. Pemerintah harus segera turun tangan,” tegasnya lagi.

Ia juga mengatakan, Desakan dari warga dan pekerja pelabuhan seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Dengan banyaknya aktivitas bongkar muat dan arus penumpang, kondisi pelabuhan yang rusak dan gelap hanya akan memperbesar risiko dan menurunkan kualitas layanan.

Kini Safi beserta masyarakat menanti tindakan nyata, bukan sekadar survei atau rencana di atas kertas. Pelabuhan Bisui menuntut perhatian, anggaran, dan komitmen untuk dibenahi agar layak kembali disebut gerbang laut wilayah Gane Timur Tengah.

(Munces)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru