Mahasiswa Bersatu Kepung Kantor Walikota Ternate: Indonesia Gelap Dini Hari

- Wartawan

Senin, 24 Februari 2025 - 10:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate-Habarindonesia. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Maluku Utara mengepung Kantor Walikota Ternate sejak pagi hingga sore hari dalam aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap”. Aksi ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di sekitar lokasi, Senin 24/02/25.

Demonstrasi ini diikuti oleh berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya GMNI, GMKI, KAMMI, Pelajar Islam Indonesia (PII), SAMURAI, LMND, LMID, GAMHAS, DJAMAN, BEM Unkhair, serta BEM Muhammadiyah. Mereka bersatu dalam satu suara untuk menyuarakan aspirasi terkait kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengancam akan memblokade aktivitas jalan di depan Landmark Ternate. “Kami akan memblokade aktivitas jalan di depan Landmark, ini adalah bentuk keresahan kami atas kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat,” teriak Muin salah satu orator aksi dalam orasinya.

Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan Prabowo-Gibran telah membuat kami sebagai mahasiswa merasa dirugikan. Isu kenaikan UKT menjadi masalah besar yang berdampak pada orang tua kami,” ujar Salah satu orator aksi di depan Kantor Walikota Ternate.

Mahasiswa juga menyoroti program makan siang gratis yang dinilai tidak efektif. “Program ini tidak berdampak pada anak-anak yang mengalami stunting saat ini, malah lebih banyak dinikmati oleh anak-anak yang sebenarnya sudah kuat dan tidak tepat sasaran,” tegas Falejo dalam orasinya.

Selain itu, mahasiswa juga mengkritik kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan yang dinilai sebagai upaya polarisasi oleh pemerintah pusat hingga daerah.

“Pemangkasan pendidikan ini adalah polarisasi yang dilakukan pemerintah. Efisiensi anggaran pendidikan akan berdampak pada semua sektor,” tambahnya.

Mahasiswa menuntut agar pemerintah lebih jeli dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang berimbas pada kehidupan masyarakat kecil.

“Kami berharap kepada pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lebih cermat dalam pengambilan keputusan. Kebijakan yang salah akan berdampak buruk pada petani, nelayan, pekerja kasar, serta buruh,” ujar Muin dari salah satu mahasiswa.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan berbagai orasi yang menggema di sekitar Kantor Walikota. Mahasiswa juga membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan mereka, mencerminkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai semakin memberatkan rakyat.

Hingga sore hari, demonstrasi berlangsung dengan damai meskipun sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan. Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir jika pemerintah tidak merespons tuntutan mereka.

Demonstrasi “Indonesia Gelap” ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah bahwa suara mahasiswa harus didengar. Dengan berbagai tuntutan yang disuarakan, mahasiswa berharap ada perubahan nyata dalam kebijakan yang lebih pro-rakyat.
(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru