Kejaksaan dan Lapas Disorot, DPD RI Senator Hasby Yusup Minta SOP Dievaluasi Usai Tahanan Meninggal

- Wartawan

Kamis, 20 November 2025 - 01:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – HabarIndonesia.id – Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara, Hasby Yusuf, menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas peristiwa meninggalnya seorang tahanan Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, Taufik Kailul (19), dalam perjalanan menuju RSUD Sanana pada Senin (17/11/2025).

Senator Hasby Yusuf menilai kematian almarhum tidak seharusnya terjadi apabila terdapat koordinasi yang baik dan prosedural antara pihak Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula dan Lapas Kelas IIB Sanana, terutama ketika kondisi kesehatan tahanan telah dilaporkan memburuk sejak lebih dari satu minggu.

“Peristiwa ini sangat disayangkan. Kesehatan dan keselamatan tahanan adalah tanggung jawab negara. Kegagalan koordinasi antara Kejaksaan dan Lapas, yang mengakibatkan keterlambatan penanganan medis, tidak boleh dibiarkan terulang,” tegas Hasby Yusuf dalam keterangan resminya, Rabu(20/11/2025).

Hasby menyoroti informasi dari pihak keluarga dan Lapas yang menyebut bahwa permohonan berobat telah disampaikan berkali-kali, namun tidak ditindaklanjuti secara resmi oleh Kejaksaan. Akibat tidak adanya surat izin tertulis, Lapas terikat prosedur dan harus membawa kembali almarhum ke dalam tahanan, meskipun kondisi kesehatannya memburuk.

“Jika benar permohonan berobat diabaikan, maka ini bukan hanya kelalaian administratif, tetapi potensi pelanggaran terhadap hak-hak dasar seorang tahanan. Standar operasional penanganan tahanan harus ditegakkan, bukan diperlakukan semaunya,” ujar Hasby.

Senator Hasby Yusuf meminta Jaksa Agung, Kemenkumham, dan Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Maluku Utara untuk segera:

Melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan kelalaian penanganan izin berobat. Mengevaluasi SOP koordinasi antara Kejaksaan dan Lapas di seluruh wilayah Maluku Utara, agar tidak ada lagi tahanan yang kehilangan nyawa akibat lambatnya respons kelembagaan serta Memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum dan memastikan proses hukum selanjutnya berjalan transparan.

Hasby juga menegaskan bahwa negara wajib hadir melindungi setiap warga, termasuk mereka yang sedang menjalani proses hukum.

“Tidak boleh ada nyawa tahanan yang melayang hanya karena instansi tidak berkoordinasi. Ini harus menjadi pembelajaran serius bagi seluruh aparat penegak hukum,” pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru