Kades Busua Diduga Sunat Honor Satlinmas dan Petugas Kebersihan, Dana Sudah Cair tapi Gaji Menggantung

- Wartawan

Sabtu, 14 Juni 2025 - 10:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL — HabarIndonesia. Dugaan pemotongan honor kembali mencuat dari lingkup Pemerintah Desa Busua, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kali ini, Kepala Desa Busua diduga menahan sebagian pembayaran honor Satlinmas dan petugas kebersihan kantor desa. Keluhan ini disampaikan langsung oleh HA, anggota Satlinmas Desa Busua, Jumat (13/06/2025).

Dalam keterangannya, HA menyebutkan bahwa sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2025, ia hanya menerima pembayaran honor sebanyak empat bulan, padahal total yang seharusnya dibayarkan adalah enam bulan.

“Dari tahun 2024 itu masih ada enam bulan belum dibayar, lalu di tahun 2025 baru terima empat bulan. Masih ada dua bulan yang digantung padahal dananya sudah cair,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut HA menyampaikan kebingungannya atas sikap Kepala Desa yang diduga sengaja menahan honor tersebut.

“Ini hak kami. Kenapa harus ditahan? Kami ini kerja di lapangan bukan untuk jadi korban janji-janji,” sambungnya dengan geram.

Tidak hanya dari unsur Satlinmas, keluhan serupa juga datang dari petugas kebersihan kantor desa. JS, yang bertugas sebagai tenaga klinik servis, mengaku belum menerima honor selama tujuh bulan kerja.

“Tahun 2024 itu Kades janji mau bayar delapan bulan sekaligus, tapi setelah pencairan yang dibayar cuma empat bulan. Di tahun 2025 saya kerja tiga bulan, dan semua belum dibayar. Jadi totalnya tujuh bulan belum ada hak yang saya terima,” ungkapnya pada Sabtu (14/06/2025).

JS menambahkan bahwa semua pencairan anggaran sudah berlangsung, namun tidak diikuti dengan kewajiban pembayaran kepada para pekerja desa.

“Saya tidak tahu alasan apa lagi. Uang ada, tapi kenapa kami belum dibayar?” tambahnya dengan suara sedih.

Sementara itu, saat dikonfirmasi media, Sekretaris Desa Busua hanya memberikan respon singkat melalui WhatsApp, “Nanti tanya ben?” tanpa penjelasan lebih lanjut. Sedangkan Bendahara Desa tidak bisa dihubungi karena WhatsApp-nya tidak aktif.

Kepala Desa Busua juga belum memberikan tanggapan resmi. Pesan yang dikirim ke nomor pribadinya hanya centang dua, menandakan pesan terkirim namun tak dibalas hingga berita ini diterbitkan.

Warga Desa Busua kini berharap adanya tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan instansi terkait.

Mereka meminta audit menyeluruh atas penggunaan anggaran desa, terutama dana operasional yang menyangkut honor tenaga kerja harian.

“Kami minta dinas terkait jangan tutup mata. Ini bukan lagi soal administrasi, tapi soal keadilan,” pungkas HA.

Dugaan pemotongan dan penahanan honor di Desa Busua menjadi preseden buruk bagi tata kelola keuangan desa.

(Pandi)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru