iPad dan Pakaian Dinas “Tutup Mulut”. Sorotan Tajam Terhadap Salah Satu Anggota DPRD Kota Ternate

- Wartawan

Senin, 28 Juli 2025 - 16:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Pengadaan 30 unit iPad dan pakaian dinas mewah bagi anggota DPRD Kota Ternate dengan nilai yang dinilai fantastis tengah menuai gelombang protes dari berbagai kalangan. Senin 28/07/25.

Publik mencium adanya aroma tidak sedap dalam proses pengadaan tersebut yang diduga diselimuti kepentingan politik dan kompromi diam-diam di balik kebijakan strategis Pemerintah Kota Ternate.

Informasi yang dihimpun media HabarIndonesia.id menyebutkan bahwa pengadaan yang semestinya bersifat terbuka dan profesional justru dikendalikan secara tertutup oleh sejumlah oknum internal DPRD.

Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa fasilitas mewah tersebut bukan sekadar tunjangan kerja, tetapi bagian dari skenario “tutup mulut” terhadap kebijakan Pemkot yang selama ini menuai kritik publik.

“Bukan sekadar iPad atau pakaian dinas. Ini tentang pembungkaman fungsi kontrol. DPRD yang dulu lantang kini tiba-tiba bungkam. Ada barter kepentingan yang sedang dimainkan,” ujar salah satu sumber internal yang engan disebutkan namanya.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa anggota DPRD yang sebelumnya vokal kini mendadak pasif, memperkuat dugaan adanya kompromi yang mengarah pada pengkhianatan terhadap amanat rakyat.

Lebih jauh, proses pengadaan juga menuai tanda tanya besar. Tidak ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab, bagaimana mekanisme pengadaan dilakukan, dan mengapa informasi anggaran sangat tertutup.

“Ini harus diusut tuntas oleh Inspektorat, BPK hingga aparat penegak hukum. Ini bukan hanya pelanggaran administratif, tapi bisa mengarah ke dugaan gratifikasi terselubung,” tambah sumber tersebut.

Ia juga mengatakan yang lebih ironis, pengadaan ini dilakukan di tengah kondisi keuangan daerah yang serba sulit. Banyak proyek infrastruktur mangkrak, beban hutang tahun 2024 belum diselesaikan, utang BPJS belum dibayar, dan serapan anggaran di sejumlah OPD masih rendah. Di tengah derita rakyat, DPRD justru sibuk mempercantik diri dengan fasilitas kelas atas.

Praktisi hukum Kota Ternate, Iskandar Joisangaji, pun angkat bicara keras. Ia menilai bahwa jika benar pengadaan ini dimanfaatkan untuk membungkam kritik, maka ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

“Wakil rakyat yang seharusnya mengawasi pemerintah justru jadi alat kekuasaan. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada penyelidikan hukum yang serius,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, di tengah derasnya kecaman, masyarakat secara umum khususnya kota ternate berhak tahu, siapa yang bermain di balik layar, dan untuk kepentingan siapa sesungguhnya pengadaan ini dilakukan.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pimpinan DPRD maupun Pemkot Ternate terkait dugaan tersebut.

(Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru