Gubernur Maluku Utara Tekankan APBD Berdampak Langsung bagi Masyarakat Kepulauan

- Wartawan

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pentingnya penyusunan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang benar-benar berdampak langsung bagi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.

Penegasan tersebut disampaikan Sherly usai penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Bela Hotel, Ternate. Kamis, 29/01/26.

Menurut Sherly, Rakornas menjadi momentum strategis karena digelar di awal tahun anggaran, sehingga dapat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengeksekusi APBD secara lebih terarah, efektif, dan efisien.

“Kegiatan ini sangat strategis karena dilaksanakan di awal tahun. Ini membuka ruang pembelajaran bersama tentang bagaimana menyusun dan melaksanakan APBD agar tetap efektif, meskipun berada dalam situasi efisiensi anggaran,” ujar Sherly.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen memastikan setiap belanja daerah memiliki manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah dengan tantangan geografis tinggi.

“APBD harus berguna, berdampak, dan menjawab kebutuhan warga. Ini yang terus kami dorong,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada dana transfer yang tercantum dalam APBD.

Menurut Fatoni, masih terdapat potensi pembiayaan pembangunan yang bersumber dari kementerian dan lembaga di tingkat pusat yang dapat dimanfaatkan daerah melalui mekanisme program dan kegiatan tertentu.

“Daerah bukan hanya konsumen dana transfer. Ada dana kementerian dan lembaga yang nilainya cukup besar dan bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di daerah,” kata Fatoni.

Terkait persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan nasional yang masih mengalami kerusakan di sejumlah wilayah, Fatoni menjelaskan bahwa pembiayaannya tidak sepenuhnya berada dalam skema APBD daerah, melainkan memerlukan koordinasi lintas kementerian.

Ia juga memaparkan perbedaan antara dana transfer daerah dan dana kurang bayar, termasuk mekanisme pembayarannya yang akan disesuaikan dengan ketentuan keuangan negara.

Rakornas Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(*)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru