Front Marhaenis Malut Kepung Kantor Gubernur, Tuntut Hentikan Tambang Ilegal dan Lunasi Hutang 500 Miliar

- Wartawan

Rabu, 18 Juni 2025 - 11:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – HabarIndonesia. Aksi demonstrasi keras mengguncang Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara, Rabu dini hari (18/06/2025).

Massa aksi dari Front Marhaenis Maluku Utara, yang terdiri dari DPD GPM Malut, DPC GPM Ternate, dan DPC GMNI Ternate, mengepung kantor gubernur di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, tepatnya di Bukit Gosale, Jalan Trans Halmahera.

Aksi ini nyaris memanas ketika sejumlah Satpol PP berusaha menghadang massa yang mencoba memblokir mobil dinas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

Meski aksi pemalangan dilakukan secara terbuka, Gubernur tak kunjung turun dari kendaraan dinasnya untuk menemui massa aksi, memicu kemarahan para demonstran.

“Kami coba palang mobil dinas Gubernur untuk bertemu langsung, tapi beliau tidak punya nyali untuk turun! Ini bentuk pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Hartono, koordinator aksi, dalam orasinya yang menggema di halaman kantor gubernur.

Dalam tuntutannya, Front Marhaenis meminta penghentian total aktivitas pertambangan PT. JAS dan PT. ARA yang diduga merusak lingkungan dan menyalahi prosedur.

Mereka mendesak Inspektur Tambang dan Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BAPEDA) agar segera mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin.

“Aktivitas tambang itu tidak hanya merusak alam, tapi juga merampas hak hidup masyarakat sekitar. Pemerintah harus hadir menyelesaikan ini, bukan jadi pelindung korporasi perusak,” teriak Hartono penuh amarah.

Tak hanya soal tambang, massa juga menyoroti skandal keuangan yang membelit Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Hutang senilai lebih dari 500 miliar rupiah kepada pihak ketiga hingga kini belum dibayarkan.

Mereka menuding Kepala BPKAD dan Gubernur lalai dan tidak memiliki komitmen dalam menyelesaikan tanggung jawab keuangan daerah.

“Dimana moralitas seorang pemimpin? Rakyat menjerit, ekonomi lumpuh, dan mereka membiarkan utang menggunung tanpa penyelesaian,” tambah Hartono dengan suara lantang.

Mereka juga meminta DPRD Provinsi Malut untuk tidak diam dan segera mengambil sikap tegas.

“DPRD jangan hanya jadi penonton! Segera panggil Gubernur dan tagih pertanggungjawaban atas krisis utang dan bencana tambang yang dibiarkan terjadi,” seru massa.

Aksi ini disebut baru permulaan. Front Marhaenis mengancam akan terus melakukan konsolidasi besar-besaran dan menggalang kekuatan pemuda lintas kabupaten/kota jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

“Gubernur harus sadar, ini bukan zaman kekuasaan otoriter. Rakyat menuntut haknya, dan akan terus bergerak hingga perubahan nyata terjadi,” tutup Hartono dengan suara perlawanan.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIT

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:41 WIT

Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:12 WIT

PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 01:04 WIT

Bassam Fokus Bangun Dapil III 2027, Air Bersih hingga Jalan Jadi Prioritas

Berita Terbaru