Dugaan Permainan Mafia Tanah di Halmahera Barat, AMPM Desak KPK dan Menteri ATR/BPN Bertindak

- Wartawan

Jumat, 21 Februari 2025 - 04:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Habarindonesia. Dugaan adanya permainan terselubung dalam pembatalan sertifikat Hak Milik di Halmahera Barat semakin mencuat. Aliansi Mahasiswa Pemerhati Masyarakat (AMPM) menduga ada keterlibatan kongkalikong antara Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Maluku Utara dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Jailolo dalam proses pembatalan sertifikat tersebut. Jumat 21/02/25

Kepala KUPP Kelas III Jailolo diketahui mengajukan permohonan pembatalan sertifikat Hak Milik pada 29 November 2023. Permohonan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara dengan menerbitkan Surat Keputusan Pembatalan Sertifikat Nomor: 31/SK-82.MP.02.03/I/2025, tertanggal 15 Januari 2025. Keputusan ini membatalkan Sertifikat Hak Milik Nomor 00416/Desa Gufasa yang terdaftar atas nama Farida KH. M.A Saifuddin dengan luas 580 m² di Desa Gufasa, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat.

Pemilik sertifikat, Faridah M.A Saifuddin, menegaskan bahwa dirinya telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Kantor BPN Halmahera Barat dalam proses penerbitan sertifikat dari tahun 2020 hingga 2022. Ia menolak tuduhan adanya cacat administrasi atau yuridis dalam penerbitan sertifikatnya.

“Saya telah memenuhi semua ketentuan yang disyaratkan oleh BPN dan tidak ada satu pun hal yang menyebabkan cacat administrasi maupun yuridis dalam sertifikat saya. Proses penerbitan ini dilakukan dengan transparan tanpa ada keberatan dari pihak mana pun. Hak dan penguasaan atas bidang tanah saya ini diperoleh secara turun-temurun dari kakek saya Almarhum Abbas Saifuddin, yang kemudian turun kepada ayah saya Almarhum KH. Muhammad Sul Abbas Saifuddin. Hal ini juga telah ditegaskan dalam dokumen administratif pada saat permohonan sertifikat,” ujar Farida.

Kasus ini menimbulkan dugaan adanya mafia tanah yang berusaha merampas hak rakyat dengan cara-cara yang tidak transparan. AMPM menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara dan BPN Halmahera Barat cenderung mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.

“Fakta yang kami temukan menunjukkan bahwa pihak Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara dan BPN Halmahera Barat sudah melampaui kewenangannya, bahkan mendahului keputusan hukum yang masih dalam proses. Ini jelas tindakan yang patut dicurigai sebagai bentuk permainan mafia tanah yang mengorbankan hak rakyat kecil,” tegas Sahrir, Ketua AMPM.

Lebih lanjut, AMPM mengungkapkan bahwa pemilik sertifikat telah mengajukan keberatan administrasi ke Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara pada 28 Januari 2025. Namun, sebelum keberatan tersebut diproses, pada 12 Februari 2025, Kantor BPN Halmahera Barat telah lebih dulu mengirimkan surat ke Bank BRI Cabang Ternate dengan permintaan penarikan sertifikat yang dijadikan agunan pinjaman modal usaha.

“Surat yang dikirimkan BPN ke BRI Ternate sangat mencurigakan. Ini seolah menunjukkan ada kepentingan lain yang dimainkan di balik pembatalan sertifikat ini. Bagaimana bisa proses keberatan belum selesai, tetapi mereka sudah memerintahkan penarikan sertifikat dari bank?” tambah Sahrir.

Menanggapi hal ini, AMPM mendesak Menteri ATR/BPN untuk segera turun tangan dan membatalkan Surat Keputusan Pembatalan Sertifikat tersebut. Mereka juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan permainan mafia tanah yang melibatkan pejabat di lingkungan Kanwil BPN Maluku Utara.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika tuntutan ini tidak segera direspons, kami akan melakukan aksi besar-besaran dan membawa persoalan ini ke tingkat nasional. Mafia tanah harus diberantas dan hak rakyat harus dikembalikan!” pungkas Sahrir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara dan KUPP Kelas III Jailolo belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan permainan dalam pembatalan sertifikat tanah ini.
(Jain)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru