Demo Tolak RUU TNI DI Semarang Berujung Ricuh, Empat Mahasiswa Diamankan

- Wartawan

Jumat, 21 Maret 2025 - 10:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG–HabarIndonesia. Aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi BEM Semarang Raya di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, berujung ricuh. Jumat 21/03/25.

Demonstrasi ini bertujuan menolak rencana perubahan Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang dianggap berpotensi memperluas kewenangan militer di ranah sipil. Akibat ketegangan yang terjadi, empat mahasiswa ditangkap oleh pihak kepolisian.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Syahduddi, menjelaskan bahwa keempat mahasiswa yang diamankan diduga sebagai provokator dalam aksi tersebut. Mereka telah dibawa ke Polrestabes Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Salah satu dari mereka merupakan orator yang mengeluarkan kalimat provokatif, sehingga memicu peserta aksi lain untuk mendorong petugas,” ungkap Syahduddi di lokasi kejadian.

Ia juga membantah adanya pemukulan terhadap peserta aksi. Menurutnya, tembakan gas air mata dilakukan karena massa sulit dikendalikan dan berupaya memaksa masuk ke dalam gedung.

“Petugas sudah memberikan imbauan, tetapi massa tetap memaksa masuk dan menyerang petugas,” tambahnya.

Sementara itu, koordinator lapangan Aliansi BEM Semarang Raya, Aufa Atthariq, menyayangkan tindakan represif aparat. Ia mengklaim bahwa beberapa mahasiswa mengalami kekerasan saat aksi berlangsung.

“Kami hanya ingin menggelar sidang rakyat di dalam gedung DPRD Jateng. Namun, polisi menghalangi kami dan justru bertindak represif dengan melakukan pemukulan, penarikan, bahkan ada yang dijambak. Beberapa teman kami mengalami luka, ada yang berdarah di pipi dan pelipis. Selain itu, beberapa kawan kami juga ditangkap,” ungkapnya.

Sebagai informasi, pembahasan revisi UU TNI dilakukan oleh DPR RI pada 14-15 Maret 2025 secara tertutup. Hal ini memicu kekhawatiran publik karena dinilai tergesa-gesa dan berpotensi membuka celah bagi TNI untuk semakin berperan dalam ranah sipil.

 

(Autiya Nila Agustina)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru