Daerah Penghasil Diminta Dapat Porsi Anggaran Lebih Besar, Izzudin Soroti Beban Fiskal Daerah

- Wartawan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – HabarIndonesia.id – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Utara dari Fraksi PKS, Izzudin Al-Qassam Kasuba, mendesak pemerintah pusat meningkatkan alokasi dana transfer bagi daerah-daerah penghasil sumber daya alam. Menurutnya, daerah penghasil selama ini memikul beban pembangunan yang lebih besar sehingga berhak memperoleh porsi anggaran yang lebih adil.

Pernyataan tersebut disampaikan Izzudin usai menghadiri Workshop Kepemimpinan Pejabat Publik PKS Maluku Utara yang dirangkaikan dengan pelantikan 23 Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Kabupaten Halmahera Selatan di Kantor DPD PKS Halmahera Selatan, Minggu (19/7/2026).

Ia menilai skema transfer ke daerah, khususnya Dana Alokasi Umum (DAU) dan berbagai bentuk transfer fiskal lainnya, perlu dievaluasi agar lebih berpihak kepada daerah yang menjadi penyumbang utama penerimaan negara.

“Daerah-daerah penghasil harus mendapatkan porsi yang lebih besar agar mampu mengatasi berbagai persoalan pembangunan. Jangan sampai daerah yang memberikan kontribusi besar kepada negara justru kesulitan membiayai kebutuhan dasarnya,” kata Izzudin.

Menurut Izzudin, persoalan tersebut tidak hanya dialami Maluku Utara, tetapi juga sejumlah daerah penghasil lainnya, seperti Sulawesi Tengah dan Kalimantan Timur. Karena itu, ia menilai persoalan tersebut telah menjadi isu nasional yang membutuhkan kebijakan fiskal yang lebih berkeadilan.

Selain menyoroti transfer ke daerah, Izzudin juga mengkritisi besarnya beban anggaran pemerintah daerah dalam membiayai Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, karena rekrutmen PPPK merupakan kebijakan pemerintah pusat, pembiayaannya tidak seharusnya sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Kalau rekrutmen dilakukan oleh pemerintah pusat, maka pemerintah pusat juga harus memberikan dukungan anggaran yang memadai. Jangan seluruh beban pembiayaan diserahkan kepada daerah karena kemampuan fiskal setiap daerah tidak sama,” tegasnya.

Ia mencontohkan polemik pembiayaan PPPK yang sempat terjadi di Kota Tidore Kepulauan sebagai gambaran tekanan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah akibat meningkatnya belanja pegawai.

Sebagai anggota DPR RI, Izzudin memastikan aspirasi pemerintah daerah akan terus diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah pusat, termasuk dengan Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait. Ia berharap pemerintah segera melahirkan kebijakan yang memberikan ruang fiskal lebih besar bagi daerah penghasil.

“Kami akan terus memperjuangkan aspirasi ini agar ada solusi nyata. Pemerintah pusat harus melihat kondisi riil di daerah penghasil yang memikul beban pembangunan cukup besar. Dengan penambahan alokasi anggaran, pemerintah daerah akan lebih optimal dalam menjalankan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Ian)

Berita Terkait

Polres Halsel Pastikan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak Diproses 100 Persen
Camat Loteng Gandeng PLN Survei Titik PLTS di Desa Aruku
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak di Halsel, Ayah Tiri Dilaporkan ke Polisi
Kapolres Halsel Terobos Pelosok Indari dengan Motor, Buka Dialog Kamtibmas
Kapolres Halsel Temui Pengemudi Ojek, Buka Ruang Dialog soal Kamtibmas
Dari Benteng ke Benteng, Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Ubaid Yakub, Bantuan Ibu Hamil dan Penguatan Fasilitas Kesehatan Antar Haltim Raih Penghargaan Nasional
Aboy Tendean Disorot dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Halsel, LPP Tipikor Bakal Lapor ke Mabes Polri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIT

Harlah Ke-81 Kejaksaan RI, Burhanuddin Tekankan Soliditas dan Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 2 September 2026 - 14:00 WIT

Kepala BPOM Taruna Ikrar, Indonesia Harus Jadi Pemain Utama, Bukan Sekadar Pasar Industri Probiotik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:19 WIT

Taruna Ikrar, BPOM Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Terapi Maju di Asia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:41 WIT

HUT ke-81 RI di BPJN Malut, Kementerian PU Tekankan Pembangunan yang Bersih dan Efisien

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:40 WIT

Usai Swasembada Pangan, Zulhas, Pemerintah Alihkan Fokus Bangun 2.000 Kampung Nelayan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:44 WIT

Program Jumat Berkah Hasby Yusuf Hadirkan Kebahagiaan, Ratusan Jamaah Terima Paket Makanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:47 WIT

Sherly Sambut Pengukuhan ABPEDNAS, Energi Baru untuk Pembangunan Desa di Maluku Utara

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:05 WIT

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG Rp Triliunan, Yayasan hingga Pengadaan Disorot Kejagung

Berita Terbaru