BEM IAIN Kolaborasi Dengan LDK Al-Islah IAIN Ternate Gelar Talk Show “Ramadhan Bercerita”, Kupas Kisah Mantan Anggota Ekstremisme

- Wartawan

Rabu, 19 Maret 2025 - 15:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate–HabarIndonesia. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar Talk Show dan Buka Puasa Bersama dengan tema “Ramadhan Bercerita: Kisah Dari Mereka Yang Pernah Hilang”. Rabu 19/03/25.

Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus IAIN Ternate, Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara ini menghadirkan narasumber dengan latar belakang luar biasa.

Talk show ini menghadirkan Galang Jiwa Wardana, mantan narapidana dan eks anggota kelompok ekstremisme, Kasatgaswil Malut Densus 88, serta Prof. Dr. Jubair Situmorang, M.Ag.. Diskusi dipandu oleh dua host, Cut Farah Rahmat dan Hijri Aulia Bahri.

Dalam sesi diskusi, Abu Galang sapaan akrab Galang Jiwa Wardana, menceritakan bagaimana ia dahulu terjerumus dalam kelompok ekstremisme yang menggunakan dalil jihad sebagai justifikasi tindakan mereka.

“Jika kita ingin diampuni dosanya, maka kita harus berjihad fi sabilillah,” ungkapnya.

Pada 2019, Galang bersama istrinya ditangkap saat melarikan diri ke Surabaya dan menjalani hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan. Namun, di balik jeruji, ia menemukan hidayah dan menyadari kesalahannya.

“Setelah bebas, saya langsung membantu Densus 88 karena sadar telah memilih jalan yang salah,” ujar Galang.

Kasatgaswil Densus 88 Malut yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa Galang adalah contoh nyata individu yang sempat hilang arah namun berhasil kembali ke jalan yang benar.

Ia juga memaparkan dua metode utama Densus 88 dalam menangani radikalisme, yakni Hard Approach dan Soft Approach:

1. Hard Approach (Hard of Prous) – Upaya hukum seperti penyelidikan, pengumpulan barang bukti, hingga tindakan tegas terhadap pelaku terorisme.

2. Soft Approach (Soft of Prous) – Pendekatan humanis, seperti sosialisasi, program deradikalisasi, serta patroli siber selama 24 jam untuk memantau pergerakan ekstremisme di media sosial.

Sementara itu, Prof. Dr. Jubair Situmorang, M.Ag. menyoroti bahwa penyebab utama seseorang terpapar radikalisme adalah minimnya pemahaman tentang moderasi beragama.

“Ketidakseimbangan dalam memahami ajaran agama serta keyakinan yang sempit terhadap Tuhan sering kali menjadi pemicu seseorang terjerumus dalam paham radikal,” jelasnya.

Acara ini menjadi momen refleksi bagi peserta, terutama mahasiswa, agar lebih kritis dalam menyaring informasi keagamaan dan tidak mudah terpengaruh paham ekstremisme.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru