Bangunan Baru RSUD Chasan Boesoirie Diresmikan, Tapi Masalah Lama Belum Teratasi

- Wartawan

Rabu, 14 Mei 2025 - 05:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Bangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie berdiri megah dengan struktur tiga lantai yang menjulang, Rabu 14/05/25.

Proyek ini dibangun secara bertahap sejak 2024 dan ditargetkan rampung pada 2025. Namun di balik kemegahannya, muncul sorotan tajam terkait prioritas anggaran dan pengelolaan fasilitas lama rumah sakit.

Hasil penelusuran media menunjukkan masih banyak bangunan lama di RSUD Chasan Boesoirie yang rusak parah, terutama di lantai empat.

Sejumlah ruangan bahkan dibiarkan kosong dan tidak difungsikan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran pembangunan yang terus membengkak.

“Alih-alih memperbaiki fasilitas yang rusak, justru bangunan baru terus digenjot. Ini tidak sebanding dan menunjukkan pemborosan anggaran,” ungkap seorang sumber internal rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, persoalan utang menumpuk juga menghantui rumah sakit kebanggaan masyarakat Maluku Utara tersebut.

Lembaga Pengawasan dan Penggerak Tindak Pidana Korupsi (LPP-TIPIKOR) menyebutkan RSUD Chasan Boesoirie memiliki tunggakan terhadap berbagai pihak, mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI) untuk pasokan darah, penyedia oksigen, hingga apotek Kimia Farma.

Alan Ilyas, perwakilan LPP-TIPIKOR, dalam beberapa aksi sebelumnya juga menyinggung dugaan penyalahgunaan wewenang yang menyebabkan raibnya dana jasa layanan BPJS pegawai.

Dana tersebut seharusnya dibayarkan kepada tenaga medis namun tidak jelas keberadaannya hingga kini.

Data menunjukkan BPJS telah melakukan pembayaran sebesar Rp 15,19 miliar kepada RSUD Chasan Boesoirie pada November dan Desember 2023.

Namun, dana senilai Rp 6,5 miliar untuk jasa medis Oktober–November 2023 tidak pernah diterima pegawai, menimbulkan kecurigaan serius.

Dana tersebut ditransfer ke rekening resmi atas nama RSUD di Bank BPD Maluku Utara, namun tidak ada kejelasan mengenai alokasi dan penggunaannya.

Hal ini menguatkan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana kesehatan yang sangat vital tersebut.

Melihat kompleksnya persoalan di RSUD Chasan Boesoirie, berbagai pihak mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara segera turun tangan.

Sidak dan audit menyeluruh terhadap proyek bangunan baru dan keuangan rumah sakit dinilai sangat mendesak demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru