Anggota DPRD Halbar Diduga Lakukan KDRT dan Penelantaran Anak, BK Tunggu Laporan Resmi

- Wartawan

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALBAR – HabarIndinesia. Dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penelantaran anak yang menyeret nama anggota DPRD Halmahera Barat (Halbar) berinisial EM kini menjadi sorotan publik.

Isu ini pertama kali mencuat lewat pemberitaan media lokal yang menyebut adanya dugaan perlakuan tidak layak terhadap anggota keluarga oleh EM.

Meski ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum ada tindakan resmi dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Halbar. Ketua BK, Dasril Hi. Usman, menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.

“Kami belum bisa memproses apapun tanpa adanya laporan tertulis,” ujarnya saat dikonfirmasi.21/05/21

Dasril menekankan bahwa BK bekerja berdasarkan mekanisme dan prosedur internal yang ketat.

Tanpa laporan resmi, menurutnya, tidak ada dasar hukum bagi BK untuk melakukan pemeriksaan atau penindakan terhadap EM. Ia mengingatkan bahwa tindakan gegabah bisa mencederai asas keadilan.

“Ia, setiap aduan yang masuk akan melalui telaah awal, pemeriksaan pendahuluan, hingga sidang etik jika diperlukan. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas akan dijatuhkan, termasuk rekomendasi pemberhentian,” tambah Dasril.

BK juga mengingatkan publik dan media untuk tidak menarik kesimpulan sebelum proses hukum dan etik berjalan.

Menurut Dasril, pemberitaan sepihak tanpa bukti dan proses resmi justru bisa memicu fitnah dan memperburuk situasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral dan hukum yang besar, terutama dalam urusan domestik.

Dugaan pelanggaran etik dan hukum oleh wakil rakyat bukan hanya persoalan pribadi, tetapi menyangkut citra lembaga secara keseluruhan.

Dasril berharap transparansi dan ketegasan dalam penanganan kasus ini, terutama jika laporan resmi akhirnya diajukan.

Banyak pihak mendesak agar korban, jika benar ada, segera mendapat perlindungan dan keadilan. Jika EM terbukti melakukan KDRT dan penelantaran anak, sanksi etik dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

(Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru