Banjir Kembali Rendam Permukiman Desa Lukulamo, Diduga Akibat Kebocoran Tanggul PT. IWIP

- Wartawan

Sabtu, 22 Februari 2025 - 04:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halteng-Habarindonesia. Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore hari mengakibatkan banjir kembali naik ke permukiman warga di Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Sabtu (22/2/2025) dini hari pukul 01.00 WIT.

Dugaan sementara, banjir ini terjadi akibat kebocoran tanggul di Kilometer 17 yang dimiliki oleh PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Hal ini disampaikan oleh Manuel Lube tokoh pemuda Karang Taruna Desa Lukulamo sekaligus aktivis PA GMNI Halteng.

“Pemerintah dan PT IWIP harus segera mengambil langkah konkret dalam menangani banjir ini. Kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi dan jika tidak segera ditindaklanjuti masyarakat akan terus menjadi korban” ujar Manuel.

Namun, kejadian banjir di desa tersebut bukan kali pertama. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2024, di mana tanggul yang sama juga mengalami kebocoran.

“Siangnya hujan deras sampai sore, lalu malamnya banjir. Ini yang membuat saya curiga bahwa ada kebocoran di tanggul pembuangan limbah PT IWIP. Tahun lalu, kasus serupa berulang terjadi, dan lagi-lagi tanggul yang diduga menjadi penyebabnya utamanya” ujarnya.

Banjir yang terjadi kali ini memang belum mencapai kondisi kritis, namun tetap menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama karena banyak yang sudah terlelap tidur saat air mulai naik.

“Untuk saat ini, kondisi warga masih aman karena banjirnya belum terlalu tinggi. Tapi kami khawatir, apalagi saat ini kebanyakan warga sedang tidur dan mungkin belum menyadari situasi ini.” tambah Manuel.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan mengambil langkah yang tegas terhadap PT. IWIP untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Sampai sekarang belum ada normalisasi sungai atau tindakan nyata untuk mengatasi banjir. Padahal tahun 2024 lalu, sudah ada pembicaraan terkait penanganan banjir tapi hingga saat ini belum ada langkah nyata dari pemerintah” tuturnya.

Sebagai aktivis dan perwakilan pemuda, Manuel menegaskan pentingnya kepedulian pemerintah dan perusahaan terhadap dampak lingkungan akibat aktivitas industri.

“Saya berharap pemerintah dan PT. IWIP segera mengambil langkah serius agar kejadian ini tidak terus berulang. Hutan di daerah ini sudah banyak yang gundul, sehingga tidak ada lagi yang menahan air hujan. Begitu hujan turun airnya langsung mengalir desa dan menyebabkan banjir. Sehingga perlu tindakan yang nyata untuk mengembalikan fungsi alam sebagai penyangga air” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT IWIP maupun pemerintah daerah terkait langkah yang akan diambil untuk menangani masalah ini.
(Opal)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru