Pelni Ternate Ingatkan Penipuan Tiket Kapal, Warga Diminta Waspadai Akun Palsu di Media Sosial

TERNATE — HabarIndonesia.id – PT Pelni Cabang Ternate mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang kapal di Maluku Utara dan wilayah Jawa, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan penjualan tiket kapal yang belakangan beredar melalui media sosial dengan menggunakan akun-akun palsu.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Cabang Pelni Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, menyusul meningkatnya aktivitas oknum tidak bertanggung jawab yang menawarkan pembelian tiket melalui saluran tidak resmi seperti akun media sosial, nomor WhatsApp, maupun pembayaran menggunakan rekening pribadi, Rabu (3/6/2026).

Menurut Lutfi, calon penumpang diminta untuk tidak mudah percaya terhadap berbagai penawaran tiket yang beredar di media sosial, terutama yang menggunakan akun tidak resmi.

Ia menegaskan masyarakat harus memastikan sumber pembelian tiket berasal dari kanal resmi Pelni atau mitra yang telah bekerja sama.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang di Maluku Utara, Jawa, dan khususnya Ternate agar tetap waspada terhadap akun-akun palsu yang menggunakan WhatsApp, rekening pribadi, maupun media lainnya. Masyarakat harus berhati-hati terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Lutfi.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat memperoleh tiket melalui berbagai layanan resmi yang telah disediakan Pelni.

Lanjutnya, kanal tersebut di antaranya aplikasi Pelni Mobile, situs resmi pelni.co.id, jaringan Indomaret, Alfamart, Bank Mandiri, BCA, BRI melalui BRImo, serta Easybook.

Selain itu kata dia, Pelni Cabang Ternate juga menyediakan barcode tiket di kantor pelayanan guna mempermudah masyarakat dalam melakukan pembelian maupun pengecekan tiket, termasuk bagi penumpang yang berada jauh dari lokasi kantor pelayanan.

Ia menyampaiakan, Kantor Pelni Cabang Ternate sendiri berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kompleks Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, Maluku Utara. Masyarakat juga dapat datang langsung untuk memperoleh informasi terkait syarat pembelian tiket secara daring maupun layanan manual.

Lutfi menegaskan, indikasi penipuan umumnya dapat dikenali ketika transaksi dilakukan melalui akun Facebook, TikTok, WhatsApp pribadi, atau pembayaran yang diarahkan ke rekening pribadi.

“Jika pembayaran diarahkan melalui rekening pribadi dan nomor WhatsApp yang tidak resmi, maka itu sudah masuk unsur penipuan. Jika masyarakat masih ragu, silakan datang langsung ke Kantor Pelni Cabang Ternate atau menghubungi Call Center Pelni di nomor 162,” katanya.

Ia menambahkan bahwa praktik penipuan tiket kapal sering meningkat saat periode hari besar keagamaan dan musim liburan seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru, ketika permintaan tiket penumpang mengalami peningkatan signifikan.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan keterlibatan pegawai atau karyawan Pelni dalam praktik penipuan tiket tersebut. Pelni juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh internal perusahaan.

“Oknum penipuan tiket kapal bukan merupakan karyawan Pelni. Apabila ada petugas atau karyawan yang terbukti melakukan hal tersebut, maka akan dikenakan sanksi berat sesuai aturan perusahaan. Sampai saat ini belum ada karyawan Pelni yang terlibat,” tegasnya.

Lutfi berharap masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan digitalisasi layanan tiket yang telah disediakan Pelni sehingga proses pembelian menjadi lebih mudah tanpa harus mengantre di kantor pelayanan.

Melalui aplikasi Pelni Mobile, ia mengingatkan, penumpang juga dapat mengakses berbagai informasi perjalanan, mulai dari barcode tiket, nomor tempat duduk, kabin, dek, kategori penumpang, jadwal check-in, waktu keberangkatan, rute pelayaran, hingga tujuan akhir sesuai tiket yang telah dibeli.

(Agis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *