Warga Loleo Jaya Keluhkan Kuota Minyak Tanah Subsidi Terus Berkurang

- Wartawan

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, HabarIndonesia.id – Warga Desa Loleo Jaya, Kecamatan Kasiruta Timur, mengeluhkan terus berkurangnya kuota minyak tanah subsidi yang diterima setiap kepala keluarga (KK). Pengurangan yang terjadi secara bertahap itu dinilai tidak disertai transparansi karena hingga kini masyarakat mengaku belum pernah menerima penjelasan resmi dari pihak pangkalan.

Berdasarkan keterangan warga, setiap kepala keluarga sebelumnya memperoleh jatah 20 liter minyak tanah subsidi. Seiring waktu, kuota tersebut berkurang menjadi 15 liter, dan pada penyaluran terakhir kembali dipangkas hingga hanya 10 liter per KK.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan dasar pengurangan kuota, mengingat minyak tanah subsidi masih menjadi kebutuhan utama bagi banyak rumah tangga di Desa Loleo Jaya.

Salah seorang warga, Arsad, mengaku kecewa karena setiap kali mengambil minyak tanah, masyarakat hanya diberi tahu jumlah yang diterima tanpa penjelasan mengenai alasan pengurangan kuota.

“Dulu kami dapat 20 liter, lalu turun menjadi 15 liter, sekarang tinggal 10 liter per KK. Kami tidak pernah diberi penjelasan kenapa kuota terus dikurangi. Kalau memang ada aturan baru atau pasokan berkurang, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Arsad.

Menurut warga, sebagai penyalur barang bersubsidi yang dibiayai negara, pangkalan seharusnya menyampaikan informasi secara terbuka apabila terjadi perubahan kuota. Keterbukaan dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan kecurigaan di tengah masyarakat.

Masyarakat juga mendesak pemerintah daerah, aparat pengawas, serta instansi yang membidangi distribusi energi untuk segera mengevaluasi penyaluran minyak tanah subsidi di Desa Loleo Jaya. Warga berharap ada penjelasan mengenai penyebab berkurangnya kuota, sekaligus memastikan distribusi subsidi berlangsung secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

(Ian/Ed: Riff)

Berita Terkait

Wamenaker Afriansyah Noor Tutup Pelatihan Produktivitas di Ternate, 416 Peserta Lulus Vokasi
Tata Kelola Mineral dan Ketahanan Energi Malut Dikaji, BPK RI Minta Data OPD Dipenuhi
Usai OMC Berakhir, Gubernur Sherly Tegaskan Pemprov Malut Tetap Waspadai Karhutla
Harhubnas 2026, Sarbin Sehe, Transportasi Harus Hadir untuk Rakyat dan Gerakkan Ekonomi
PAD Tumbuh Positif, Sarbin Sehe Minta Optimalisasi Pajak dan Kinerja UPT di Malut
Wagub Sarbin Sehe Sampaikan Ranperda APBD-P 2026, Pendapatan Malut Naik Jadi Rp3,318 Triliun
Perkim Haltim dan Unhas Reviu RP3KP, Fokus Perkuat Data dan Arah Pembangunan
Pimpin Apel ASN, Sarbin Sehe Tekankan Disiplin, Pencegahan Karhutla hingga Kemandirian Fiskal

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru