Pemprov Malut dan BI Perkuat UMKM, Modal Murah hingga Sertifikasi Ekspor Disiapkan

- Wartawan

Senin, 11 Mei 2026 - 13:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara resmi membuka kegiatan Serangkaian Kurasi UMKM dan Wirausaha Unggulan BI (SERUMBI) 2026 di Aula Maitara Kantor Perwakilan BI Maluku Utara, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, hingga 13 Mei 2026, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, daya saing, serta memperluas akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Malut, Sri Haryanti Hatari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara Handi Susila, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Maluku Utara Wa Zahariah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Maluku Utara, OPD Kota Ternate, perwakilan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, pimpinan perbankan, Ketua LP3H IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara, serta para pelaku UMKM dari berbagai daerah di Maluku Utara.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, dalam sambutannya menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Menurutnya, tantangan geografis Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan harus dijawab melalui digitalisasi agar pelaku UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain itu, BI juga mendorong pengembangan produk unggulan daerah, salah satunya kopi rempah yang dinilai memiliki identitas kuat sebagai ciri khas Ternate dan Maluku Utara.

“Kenapa kita tidak mencoba dengan kopi rempah? Ini sudah jadi ciri khas Ternate dan Maluku Utara. Di mana-mana kalau mau bahas sesuatu, ayo kita ngopi dulu,” ujar Handi.

Ia juga menyampaikan bahwa BI terus menjemput potensi sektor wastra dan batik Maluku Utara agar dapat memperoleh akses pasar nasional maupun internasional.

Sementara itu, Asisten II Setda Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam membina dan memperkuat sektor UMKM.

Menurut Sri Haryanti, SERUMBI 2026 merupakan langkah nyata untuk memastikan UMKM tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga difasilitasi agar mampu menembus pasar nasional.

“SERUMBI 2026 adalah langkah nyata BI dan Pemprov untuk mendorong UMKM tidak hanya dibina, tapi juga difasilitasi sampai ke pasar nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Haryanti memaparkan tiga fokus utama SERUMBI 2026.

Pertama, perluasan akses digital melalui transformasi digital UMKM. Pelaku usaha didorong untuk tidak hanya mengandalkan penjualan secara langsung, tetapi juga memanfaatkan marketplace dan media sosial.

Kedua, penguatan akses pembiayaan. Atas arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, Pemerintah Provinsi menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta hingga Rp15 juta dengan bunga 0,01 persen bagi UMKM riil di Sofifi dan Ternate. Perbankan juga diminta memberikan pendampingan secara intensif.

Ketiga, pengembangan potensi ekspor. Pemerintah Provinsi memfasilitasi standardisasi dan sertifikasi produk unggulan seperti kopi rempah, hasil laut, dan kerajinan agar mampu menembus pasar ekspor dengan label “Made in Maluku Utara”.

“Jangan sampai ikan kita ditangkap di Malut, dikemas di Surabaya, dijual ke Jepang dengan label ‘Made in Jawa’,” katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saat ini terdapat sekitar 195 ribu UMKM, dengan 95 persen di antaranya merupakan usaha mikro yang menyerap 584.988 tenaga kerja.

Sri Haryanti juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi secara nasional.

Namun menurutnya, pertumbuhan tersebut masih didominasi sektor pertambangan, sementara sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan baru berkontribusi sekitar 3 persen.

“Tambang ada masanya dan akan habis. Kalau sektor itu hilang, maka titik pertumbuhan ekonomi ada di bapak ibu pelaku UMKM. Selama masih menghasilkan produk berkualitas, UMKM tidak akan hilang,” tegasnya.

Di akhir sambutan kata Sri Haryanti, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berpesan kepada para pelaku UMKM untuk menjaga konsistensi rasa dengan mendokumentasikan resep, terus meningkatkan kualitas kemasan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

“Digitalisasi sekarang bukan pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya.

(Gus)

Berita Terkait

Polres Halsel Pastikan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak Diproses 100 Persen
Camat Loteng Gandeng PLN Survei Titik PLTS di Desa Aruku
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak di Halsel, Ayah Tiri Dilaporkan ke Polisi
Kapolres Halsel Terobos Pelosok Indari dengan Motor, Buka Dialog Kamtibmas
Kapolres Halsel Temui Pengemudi Ojek, Buka Ruang Dialog soal Kamtibmas
Dari Benteng ke Benteng, Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Ubaid Yakub, Bantuan Ibu Hamil dan Penguatan Fasilitas Kesehatan Antar Haltim Raih Penghargaan Nasional
Aboy Tendean Disorot dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Halsel, LPP Tipikor Bakal Lapor ke Mabes Polri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIT

Harlah Ke-81 Kejaksaan RI, Burhanuddin Tekankan Soliditas dan Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 2 September 2026 - 14:00 WIT

Kepala BPOM Taruna Ikrar, Indonesia Harus Jadi Pemain Utama, Bukan Sekadar Pasar Industri Probiotik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:19 WIT

Taruna Ikrar, BPOM Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Terapi Maju di Asia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:41 WIT

HUT ke-81 RI di BPJN Malut, Kementerian PU Tekankan Pembangunan yang Bersih dan Efisien

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:40 WIT

Usai Swasembada Pangan, Zulhas, Pemerintah Alihkan Fokus Bangun 2.000 Kampung Nelayan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:44 WIT

Program Jumat Berkah Hasby Yusuf Hadirkan Kebahagiaan, Ratusan Jamaah Terima Paket Makanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:47 WIT

Sherly Sambut Pengukuhan ABPEDNAS, Energi Baru untuk Pembangunan Desa di Maluku Utara

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:05 WIT

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG Rp Triliunan, Yayasan hingga Pengadaan Disorot Kejagung

Berita Terbaru