Rukyat Hilal di Ternate, BMKG dan Kemenag Pantau 1 Ramadan 1447 H, Hilal Berada di Bawah Ufuk

- Wartawan

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Stasiun Geofisika Kelas III Ternate bersama Kementerian Agama dan Tim Rukyatul Hilal Kota Ternate melaksanakan pengamatan hilal untuk menentukan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah. Selasa, 17/02/26.

Kegiatan tersebut digelar di Tower Observatorium Hilal Stasiun Geofisika, Kelurahan Afe Taduma, Kota Ternate, Maluku Utara, menjelang matahari terbenam.

Pengamatan hilal ini merupakan bagian penting dalam rangkaian penentuan awal bulan suci Ramadan bagi umat Islam.

Sejak sore hari, para petugas telah mempersiapkan peralatan observasi guna memastikan proses rukyat berjalan sesuai prosedur dan kaidah ilmiah.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan pelayanan informasi tanda waktu dan posisi benda langit.

“Dalam konteks penentuan awal bulan Hijriah, BMKG berperan memberikan dukungan data ilmiah kepada para pemangku kepentingan,” ujarnya dalam laporan resmi.

Ia menyebutkan, selain menyediakan data hisab atau perhitungan astronomi, BMKG juga melaksanakan rukyat hilal di 37 titik pengamatan di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Ternate.

Lebih jauh kata dia, Observatorium Hilal Afe Taduma menjadi salah satu titik strategis pemantauan di wilayah timur Indonesia.

Eriksana juga menyampaikan, Berdasarkan hasil hisab pada saat matahari terbenam yang bertepatan dengan 29 Syakban 1447 Hijriah atau 17 Februari 2026, konjungsi (ijtimak) tercatat terjadi pada pukul 21:01:07 WIT.

Sementara itu, kata dia, matahari terbenam pada pukul 18:47:09 WIT dan bulan lebih dahulu terbenam pada pukul 18:40:08 WIT.

Ia juga mengatakan, Data astronomis menunjukkan tinggi hilal berada pada posisi minus 2 derajat 1,37 menit dengan elongasi 1 derajat 32,11 menit.

“Secara teknis, posisi tersebut mengindikasikan hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam sehingga berpotensi sulit untuk dirukyat,” jelas Gede.

Lanjutnya, Seluruh hasil pengamatan dari 37 titik di Indonesia selanjutnya akan dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Ia juga mengatakan, Keputusan resmi pemerintah nantinya akan menjadi rujukan bersama umat Islam dalam memulai ibadah puasa.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Amar Manaf, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan BMKG, kemungkinan hilal 1 Ramadan sulit terlihat.

Namun demikian, pengamatan tetap dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kepada umat Islam di daerah tersebut.

Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penetapan awal Ramadan.

Lanjut dia, Tidak hanya Kementerian Agama, tetapi seluruh unsur pemerintah diharapkan turut memberikan pemahaman yang utuh kepada publik.

Amar juga menyinggung kemungkinan adanya perbedaan penetapan awal Ramadan, mengingat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadan.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap saling menghargai apabila nantinya terdapat perbedaan dengan hasil Sidang Isbat.

“Perbedaan dalam penetapan awal bulan Hijriah memiliki dasar hukum masing-masing yang kuat. Karena itu, mari kita sikapi dengan saling menghormati dan tidak saling menyalahkan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Pihak Stasiun Geofisika Ternate juga mengimbau masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi secara tertib dan bijak serta menunggu keputusan resmi pemerintah melalui Sidang Isbat.(*)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru