Tingginya pertumbuhan ekonomi belum berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan di Halsel.

- Wartawan

Jumat, 4 Juli 2025 - 01:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL- Habarindonesia. Halmahera Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Maluku Utara pada tahun 2024, Meskipun data menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi daerah meningkat sebesar 23.95 persen, Hal ini terlihat dari angka kemiskinan yang masih relatif tinggi dan belum mengalami penurunan signifikan.

hal itu belum sepenuhnya berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat secara merata, Jumat 04/07/25.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa hasil pembangunan ekonomi belum mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah. Akses masyarakat miskin terhadap lapangan pekerjaan, pendidikan, serta layanan dasar masih menjadi tantangan besar.

Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa setiap program pembangunan tidak hanya fokus pada angka pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan manfaat agar kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Selatan, Muhammad Budiman Johra, dalam wawancara di ruang kerjanya pada Kamis, 3 Juli 2025.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut sebagian besar ditopang oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Halmahera Selatan mencapai 23,95 persen. Jika dilihat dari komposisinya, 55 persen berasal dari industri pengolahan, terutama smelter. Sementara sektor pertambangan menyumbang sekitar 17 persen. Jadi, jika digabung, sekitar 60 hingga 70 persen pertumbuhan berasal dari industri tambang,” jelas Budiman.

Meski demikian, tingginya pertumbuhan ekonomi belum berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan hanya turun tipis dari 5,68 persen pada 2023 menjadi 5,63 persen di tahun 2024.

“Angka penurunannya sangat kecil. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat bawah,” ujarnya.

Budiman menekankan bahwa pemerintah daerah perlu mengubah cara pandang dalam mengevaluasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Menurutnya, PDRB tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi produksi atau lapangan usaha, melainkan juga dari sisi penggunaan, terutama konsumsi rumah tangga.

“Dalam Musrenbang RPJMD kemarin, saya sudah sampaikan kepada pemerintah daerah bahwa PDRB jangan hanya dilihat dari sisi produksi, tapi juga dari sisi penggunaan. Karena dari situ kita bisa melihat pola konsumsi rumah tangga dan kemampuan daya beli masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap ke depan, pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, dengan memperkuat sektor-sektor yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti UMKM, pertanian, serta layanan dasar.

(Pandi)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru