Resmikan Proyek Raksasa Hilirisasi Nikel Oleh Presiden Prabowo, Badko HMI Desak Perhatian Serius pada Dampak Negatif

- Wartawan

Kamis, 26 Juni 2025 - 18:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — HabarIndonesia. Peresmian proyek hilirisasi industri nikel di Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara oleh Presiden Prabowo Subianto di tanggal 29 Juni 2025 disambut dengan sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku Utara.

Organisasi mahasiswa tersebut mendesak pemerintah untuk tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga serius menangani dampak sosial dan lingkungan yang telah lama dirasakan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Dalam komitmen saat kampanye pemilihan Presiden Tahun 2024. Prabowo-Gibran menyampaikan komitmen pemerintahannya ke depan untuk menjadikan hilirisasi sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional.

Yang menyampaikan kepada public kurang lebih substansinya adalah Kita ingin Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi menghasilkan produk jadi yang bernilai tinggi.

Namun, Ketua Umum Badko HMI Maluku Utara, Akbar Lakoda, menyatakan bahwa proses hilirisasi yang selama ini berjalan di provinsi Maluku Utara justru menyisakan banyak persoalan mendasar.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan harus adil dan berpihak pada rakyat. Hilirisasi tidak boleh menambah penderitaan masyarakat lingkar tambang,” tegas Akbar dalam keterangan persnya, kamis (26/6).

Menurut Akbar, sejumlah desa di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan mengalami krisis lingkungan akibat aktivitas tambang dan industri smelter.

Ia menyebut kasus pencemaran air di Sungai Sagea, banjir di Soligi, temuan zat berbahaya dalam darah warga Lelilef, dan penyakit Ispa yang di derita oleh masyarakat obi sebagai bukti nyata bahwa pembangunan selama ini abai terhadap keselamatan rakyat.

“Bagaimana bisa disebut keberhasilan jika rakyat sekitar hidup dalam kecemasan? Anak-anak mandi dengan air beracun, petani kehilangan lahan, nelayan tak lagi bisa melaut dan konfik lahan akibat tidak transparannya proses penerbitan IUP. Ini harus menjadi perhatian utama presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

Badko HMI juga meminta agar Presiden Prabowo kelak mengevaluasi seluruh Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang terindikasi bermasalah, termasuk perusahaan-perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban reklamasi, tidak membangun sistem drainase yang layak, serta mengabaikan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Selain itu Presiden Prabowo harus mendesak POLDA Maluku Utara Untuk segera menindak tegas dengan transparan Perusahaan Tambang PT. WKM dan atau oknum-oknum yang terlibat dalam melakukan pelanggaran pertambangan yang dengan sengaja mengkspor ore nikel 90.000 metreks ton.

Sebagai bagian dari masyarakat sipil (Civil Society), HMI menyatakan akan terus mengawal proses hilirisasi agar tidak menjadi alat eksploitasi baru terhadap sumber daya dan manusia di daerah.

“Kami mendorong agar pembangunan di Maluku Utara benar-benar menjunjung prinsip keadilan ekologis dan kesejahteraan yang merata,” tutup Akbar.

Polemik ini mencerminkan tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah ke depan dalam menjalankan agenda hilirisasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat kecil.

(Kor/red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru