Layanan Kesehatan Gratis di Ternate Terancam Tak Tepat Sasaran. Dinsos, Validasi Data Harus Kolektif

- Wartawan

Selasa, 17 Juni 2025 - 11:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate – HabarIndonesia. Akses terhadap layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin di Kota Ternate kembali menjadi sorotan tajam, selasa 17/06/25.

Melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), Pemerintah Pusat menetapkan kuota bagi ribuan warga kurang mampu.

Namun, persoalan validitas data masih menjadi momok yang mengancam efektivitas program tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Ternate, Muhammad Irvan Gaus, S.I.P, dalam keterangannya pada Selasa (17/6/2025), mengungkapkan bahwa berdasarkan SK Kemensos Nomor 80/Huk/2025 tanggal 27 Mei lalu, jumlah kuota PBI di Kota Ternate mencapai 29.998 jiwa.

Data ini mengacu pada sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang terus diperbarui secara nasional.

“DTKS bukan sekadar daftar nama. Ini adalah sistem terintegrasi yang digunakan pemerintah pusat untuk menetapkan siapa saja yang layak menerima bantuan,” ujar Irvan tegas.

Ia menambahkan bahwa penetapan penerima PBI setiap bulan langsung ditentukan oleh Menteri Sosial berdasarkan data nasional yang dihimpun dari setiap daerah.

Irvan juga menggarisbawahi pentingnya akurasi data. Ia menyebutkan bahwa program ini bersifat gratis dan berbasis kategori ekonomi, dengan pembagian: Sangat Miskin, Miskin, Rentan Miskin, dan Tidak Miskin.

“Yang berada pada Desil 6 sampai Desil 10, atau kategori tidak miskin, secara tegas tidak berhak menerima bantuan,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan sistem terbaru yang kini digunakan pemerintah pusat, yakni DTSN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Sistem ini dirancang agar tidak ada tumpang tindih data antar kementerian dan lembaga.

“Verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala menjadi kunci utama agar tidak terjadi penyalahgunaan bantuan,” ucapnya.

Namun, Irvan menegaskan bahwa tugas pembaruan data ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Sosial.

“Kelurahan harus aktif dan bertanggung jawab penuh atas warganya. Ada warga yang sudah pindah bahkan meninggal dunia, tapi datanya masih tercatat di Ternate. Ini merugikan yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Ia menyayangkan jika ada warga yang seharusnya menerima bantuan, justru terabaikan karena data tidak diperbaharui.

“Jangan sampai yang sakit dan tidak mampu justru tidak terlayani karena kesalahan data. Ini soal kemanusiaan,” tukasnya dengan nada serius.

Irvan berharap adanya kerja kolektif seluruh elemen pemerintah daerah, terutama lurah dan RT/RW, dalam memastikan keakuratan data warga. Menurutnya, keterlambatan pembaruan bisa berakibat fatal dalam distribusi layanan kesehatan gratis dari negara.

“Ini bukan semata program Dinsos. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kalau data tidak akurat, maka keadilan sosial akan gagal ditegakkan. Jangan sampai rakyat menderita karena kelalaian birokrasi,” pungkas Irvan dengan tegas.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru