Mahasiswa Ternate Long March Lawan Kekerasan Seksual, Tuntut Keadilan dan Reformasi

- Wartawan

Minggu, 25 Mei 2025 - 08:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Aksi long march serentak yang digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengguncang Kota Ternate pada Minggu, 25/5/2025.

Ribuan mahasiswa dari berbagai Komisariat, PD, dan PW KAMMI Maluku Utara memadati depan Masjid Raya Al-Munawwar, mengusung tema besar “Lawan Kekerasan dan Eksploitasi terhadap Perempuan dan Anak”.

Aksi ini menjadi simbol kemarahan publik atas maraknya kasus kekerasan seksual di Maluku Utara, khususnya Ternate, yang kerap menimpa anak-anak dan perempuan.

Mahasiswa bergerak sebagai garda terdepan, membawa spanduk dan meneriakkan orasi penuh empati, mendesak perubahan sistem perlindungan yang dinilai lemah.

Ardina Abdullah, Ketua Bidang Keperempuanan KAMMI Komisariat IAIN Ternate, dengan suara lantang mengungkapkan bahwa kekerasan seksual bukan hanya isu individu, tapi krisis sosial yang harus segera ditangani.

“Ini bukan lagi isu dugaan, ini realitas. Bahkan pelaku berasal dari orang terdekat seperti ayah angkat,” tegas Ardina.

Ardina juga menyoroti kasus pelecehan yang terjadi di RSUD Chasan Boesorie, yang melibatkan oknum ASN. Ia menuntut keadilan bagi para korban, termasuk mahasiswi yang menjadi sasaran pelecehan.

“Mahasiswa tidak boleh diam. Kita harus berdiri paling depan membela mereka yang dibungkam,” tambahnya.

Aksi ini sekaligus menjadi peringatan keras kepada institusi pendidikan, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Mahasiswa menuntut langkah konkret dalam menangani kasus kekerasan seksual, mulai dari penegakan hukum yang adil hingga pembentukan sistem perlindungan yang menyeluruh.

Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI menuntut empat poin penting, penanganan hukum yang tegas dan transparan, perlindungan menyeluruh bagi korban, pemberlakuan pendidikan seksualitas di sekolah, dan pemecatan pelaku kekerasan seksual dari institusi manapun.

Aksi ini bukan sekadar protes sesaat. Ini adalah panggilan nurani yang menggaungkan perlawanan terhadap sistem patriarkis dan budaya diam.

Mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu kekerasan seksual hingga keadilan terwujud.

“Mahasiswa bukan hanya penikmat ruang akademik, tapi agen perubahan. Kami akan terus menyuarakan suara yang selama ini dibungkam,” ujar Ardina.

Aksi long march KAMMI Ternate hari ini bukan hanya sebuah unjuk rasa, tapi juga penegasan bahwa suara perempuan dan anak harus didengar dan dilindungi.

Mereka menegaskan, perjuangan ini belum usai, dan mereka akan terus berdiri di barisan terdepan.

(Apot)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru