Pelayanan Berlapis di Pelabuhan Achmad Yani, Ternate Dini Hari Tuai Protes Penumpang

- Wartawan

Minggu, 18 Mei 2025 - 02:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia. Pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Kapal Achmad Yani, Kota Ternate, pada Sabtu dini hari (17/05/25) menjadi sorotan publik.

Penumpang mengeluhkan sistem pemeriksaan yang dinilai terlalu ketat dan berlapis, sehingga menimbulkan antrean panjang dan kepanikan menjelang keberangkatan kapal.

Sejak dini hari, petugas gabungan yang terdiri dari Essay Booky, personel TNI, serta karyawan PT Pelni terlihat berjaga ketat di pintu masuk pelabuhan.

Setiap penumpang diperiksa secara detail, terutama untuk memastikan keabsahan tiket online tujuan Kapal Tatamailau ke Kota Ambon.

“Ini sangat ketat, bahkan sebelum masuk ruang tunggu kami sudah diminta menunjukkan tiket dan identitas. Setelah itu, kami harus menunggu giliran untuk dicap di tangan. Antreannya luar biasa panjang,” keluh Rifaldi seorang penumpang yang tujuan Ambon.

Menurut penumpang lainnya, sistem pemeriksaan ini tidak hanya menyita waktu, tetapi juga membingungkan mereka sebagai penumpang.

“Kami kan sudah beli tiket secara online dan pakai KTP asli. Harusnya itu cukup jadi bukti. Tapi masih saja harus cap tangan dan antre lagi,” ujarnya Jeni, dengan nada kesal.

Beberapa penumpang berharap agar sistem pelayanan di pelabuhan dapat diperbaiki agar tidak menyulitkan masyarakat yang hendak bepergian ke luar daerah, khususnya ke provinsi tetangga seperti Maluku.

“Kami hanya ingin pelayanan yang manusiawi dan tidak membingungkan. Petugas juga sebaiknya memberikan penjelasan yang jelas agar kami tahu prosedurnya, bukan malah membuat kami bingung,” tambah Ibu Aima, penumpang tujuan ambon

Situasi ini membuat banyak penumpang mendesak pemerintah daerah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, untuk turun tangan dan mengevaluasi sistem pelayanan publik di pelabuhan utama tersebut.

“Ini bukan sekadar soal antre panjang, tapi juga soal kenyamanan dan hak penumpang. Kami berharap ada kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” tutup Rifaldi, penumpang tujuan Ambon yang tampak kecewa.

(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru