Bupati Kudus Dukung Swasembada Beras Ketan, Petani Harapkan Kebijakan Stabilisasi Harga

- Wartawan

Sabtu, 22 Maret 2025 - 13:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUDUS-HabarIndonesia. Panen raya beras ketan di Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk mendorong swasembada beras ketan.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa produksi beras ketan yang meningkat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dalam kunjungannya ke lokasi panen pada Sabtu (22/3/2025), Bupati Sam’ani menyatakan komitmennya untuk membahas kebutuhan beras ketan nasional bersama pemerintah pusat.

Hal ini dilakukan guna memastikan penyerapan hasil pertanian lokal oleh Bulog dan menjaga stabilitas harga beras ketan di pasaran.

Meskipun panen mencapai 15 ton dengan luas lahan hampir 4.500 hektar, harga beras ketan justru mengalami penurunan drastis. Salah seorang petani, Sutrisno (50), mengungkapkan kekhawatirannya atas harga yang anjlok dari Rp9.000 menjadi Rp4.500 per kilogram.

“Kami bersyukur panen tahun ini melimpah, tapi harga turun drastis. Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah agar harga beras ketan bisa lebih stabil dan menguntungkan petani,” kata Sutrisno saat ditemui di lahan pertaniannya.

Ia juga berharap adanya skema bantuan dari pemerintah, baik dalam bentuk subsidi harga maupun kemudahan akses pasar, sehingga petani tidak mengalami kerugian besar.

Dr. Rina Wulandari, dosen pertanian dari Universitas Muria Kudus, menilai bahwa penurunan harga beras ketan bisa diatasi dengan strategi hilirisasi produk.

“Beras ketan ini bahan utama banyak makanan tradisional. Jika ada program yang mendorong UMKM pengolahan berbasis beras ketan, nilai jualnya bisa meningkat. Misalnya, produksi dalam bentuk olahan seperti tape ketan, wajik, atau gemblong,” jelasnya.

Menurutnya, modernisasi pertanian dan pemasaran berbasis teknologi juga harus diperkuat agar petani memiliki akses yang lebih luas dalam menjual hasil panennya.

Dengan langkah konkret dari pemerintah daerah serta inovasi dalam hilirisasi produk, diharapkan sektor pertanian beras ketan di Kudus dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petani.

(Autiya Nila Agustina)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru