Mahasiswa Bergerak! Gelombang Aksi Tolak RUU TNI, Suara Rakyat Menggema

- Wartawan

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-HabarIndonesia. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta memadati Gedung DPR/MPR/DPD RI, pada Kamis 20/03/2025 untuk menentang pengesahan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan DPR yang mengesahkan revisi UU TNI pada hari yang sama.

Berdasarkan pantauan habarindonesia,id. Mahasiswa mulai berdatangan dan memadati gedung DPR RI, pada Pukul 10:00 WIB.

Revisi UU TNI ini mencakup perubahan tiga pasal, antara Pasal 3 mengenai kedudukan TNI, Pasal 53 tentang usia pensiun prajurit, dan Pasal 47 terkait penempatan prajurit aktif di jabatan sipil.

Demonstrasi ini menambah deretan panjang protes mahasiswa atas kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal proses legislasi dan menuntut transparansi serta partisipasi publik dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.

Aksi ini berlangsung dengan tensi yang tinggi. Sementara itu, pihak keamanan telah mengambil tindakan untuk mengamankan situasi dengan menembakan gas air mata kepada para massa aksi.

Mahasiswa Juga membawa tujuh tuntutan diantaranya :

  1. Menolak pengesahan revisi UU TNI yang dianggap terburu-buru dan minim transparansi.
  2. Mendesak pembahasan ulang revisi UU TNI dengan melibatkan partisipasi publik yang lebih luas.
  3. Menolak kembalinya dwifungsi TNI dalam kehidupan sipil.
  4. Menuntut penegakan reformasi militer yang konsisten sesuai dengan semangat demokrasi.
  5. Meminta transparansi dalam proses legislasi terkait isu-isu pertahanan dan keamanan.
  6. Mendesak pemerintah untuk fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
  7. Menolak segala bentuk intimidasi dan represifitas terhadap gerakan mahasiswa.

Tuntutan ini mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap potensi kembalinya peran ganda TNI dalam kehidupan sipil serta kurangnya keterlibatan publik dalam proses revisi UU tersebut.

Situasi di depan Gedung DPR mulai memanas sekitar pukul 19:40 WIB. Para demonstran melemparkan petasan, batu, dan botol ke arah kompleks parlemen.

Pihak keamanan yang berjaga merespons dengan menyemprotkan gas air mata kepada massa aksi dan mengimbau massa untuk membubarkan diri karena waktu unjuk rasa telah habis.

Massa aksi juga sempat menjebol pagar di sisi kiri dan kanan gerbang utama gedung DPR, berhasil masuk ke dalam kompleks parlemen.

Polisi kemudian membubarkan paksa massa dengan menyemprotkan gas air mata, memaksa mahasiswa mundur ke arah Jalan Gerbang Pemuda. Pada pukul 20.00 WIB, massa perlahan mulai meninggalkan lokasi aksi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, yang turut hadir dalam aksi tersebut, menyatakan bahwa DPR terlalu terburu-buru dalam mengesahkan revisi UU TNI.

Ia menekankan perlunya pembahasan yang lebih mendalam dan transparan serta keterlibatan publik yang lebih luas dalam proses legislasi terkait isu-isu pertahanan dan keamanan.

Respon dari pihak terkait, Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa pembahasan RUU TNI telah memenuhi semua asas legalitas dan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Namun, pernyataan ini mendapat kritik dari berbagai pihak yang menilai proses tersebut kurang transparan dan minim partisipasi publik.

(Jain)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru