Tak Lagi Jadi Kekhawatiran, Warga Sudah Rasakan Manfaat Pengelolaan Air di Kawasi

- Wartawan

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – HabarIndonesia.id – Di wilayah tambang, operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sangat ditentukan oleh pengelolaan sumber daya paling mendasar, Air. Selasa, 31/03/26.

Di Desa Kawasi, Halmahera Selatan, mata air menjadi sumber utama kehidupan masyarakat. Pada saat yang sama, kawasan ini berada berdekatan dengan aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel yang terus berkembang.

Dalam konteks ini, pengelolaan air tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut keseimbangan antara kebutuhan industri dan keberlanjutan lingkungan.

Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Tri Edhi Budhi Soesilo, menegaskan bahwa keberlanjutan sumber air sangat bergantung pada cara manusia mengelola lingkungan.

“Menjaga sumber air tentu dapat diupayakan, bergantung pada bagaimana manusia memperlakukan alam,” ujarnya.

Lanjutnya, Mata air Kawasi secara hidrogeologis berasal dari akuifer dangkal di kawasan hutan dan dataran tinggi Obi bagian timur. Dalam observasi lapangan pada Juni 2025, Budhi mencatat sejumlah upaya pelestarian telah dilakukan.

Ia juga menyatakan, Upaya tersebut meliputi perlindungan daerah tangkapan air, pembangunan jaringan distribusi ke permukiman, hingga pelibatan masyarakat dalam pengelolaan.

Menurut Budhi, pengelolaan air harus berbasis pada prinsip neraca air, yakni keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan.

Ia juga mengatakan, Ketersediaan ini ditopang oleh berbagai sumber, seperti curah hujan, sungai, dan mata air, serta kemampuan ekosistem menyimpan air melalui tutupan vegetasi.

“Boleh jadi, recharge sebenarnya cukup, tetapi karena perilaku manusia yang merusak lingkungan sekitar sumber air, airnya berkurang,” kata Budhi.

Ia juga menilai jalur mata air Kawasi tidak beririsan dengan sistem pengelolaan sedimentasi tambang, sehingga relatif terlindungi dari dampak operasional.

Lanjut Budhi, Pemanfaatan air pun dipisahkan, dengan mata air digunakan untuk kebutuhan masyarakat, kata dia, sementara operasional industri memanfaatkan air permukaan dari Danau Karo dan tidak menggunakan air tanah.

Ia menyampaikan, Pengujian kualitas air dilakukan secara berkala melalui laboratorium independen.

Bagi Budhi, hasil uji pada April 2025 menunjukkan sejumlah indikator berada dalam batas aman, antara lain pH sebesar 7,87, kandungan Chromium Hexavalent (Cr-VI) yang sangat rendah, serta kadar oksigen yang masih sesuai standar.

“Berbagai upaya pengelolaan air oleh perusahaan itu, menurut saya, sudah memadai,” ujar Budhi.

Bagi masyarakat Kawasi, kata dia, indikator paling nyata dari pengelolaan air adalah pengalaman sehari-hari. Salah satu warga, Yulius Langkodi, menyampaikan bahwa kondisi air bersih saat ini tidak lagi menjadi kekhawatiran utama.

“Urusan air bersih sudah nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, Pernyataan ini menjadi penting, mengingat dalam banyak wilayah tambang, persoalan air justru menjadi sumber utama konflik.

Di Kawasi, kata Budhi, air menjadi lebih dari sekadar sumber daya. Ia menjadi tolok ukur apakah keseimbangan antara aktivitas industri dan kehidupan masyarakat dapat dipertahankan. Hingga saat ini, keseimbangan itu masih terjaga. (*)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru