PT. MRI Diduga Merusak Lingkungan dan Merampas Hak Warga di Gebe Halmahera Tengah

- Wartawan

Rabu, 12 Maret 2025 - 12:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halteng–HabarIndonesia. Aktivitas pertambangan PT. Mineral Resource Indonesia (MRI), anak perusahaan PT. Smart Marsindo, semakin menimbulkan keresahan bagi warga Pulau Gebe. Debu beracun, kebisingan alat berat, hingga ancaman longsor kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat di sekitar area tambang. Rabu 12/03/25.

Koordinator aksi, Ami, mengungkapkan bahwa dampak eksploitasi tambang semakin tidak terkendali. “Ada lima warga yang kehilangan kebun pala mereka, tetapi sampai sekarang perusahaan hanya memberi janji tanpa realisasi,” ujarnya.

Selain merampas lahan warga, dampak lingkungan juga semakin parah. Tambang yang hanya berjarak ratusan meter dari SMA Negeri 3 Halmahera Tengah ini menyebabkan debu berbahaya masuk hingga ke ruang kelas, mengancam kesehatan siswa dan guru. Bahkan, area eksploitasi berada di belakang sekolah dan dekat dengan gereja, menambah kekhawatiran masyarakat.

“Saat musim panas, debu dari tambang sampai masuk ke ruangan kelas. Tak hanya tanah dan lahan warga yang digerogoti, udara pun kini penuh dengan partikel berbahaya. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat tajam di sekitar tambang. PT. MRI seolah tidak peduli dengan nasib warga yang tercekik di tengah lahan mereka sendiri,” tambah Ami.

Melalui Aliansi Masyarakat Independen (AMI), Ami meminta Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji, untuk segera menghentikan aktivitas pertambangan PT. MRI karena dianggap mengabaikan kepentingan warga sekitar.

AMI juga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk menegur dan mengevaluasi Direktur Utama PT. Smart Marsindo, Shanty Alda Nathalia, yang juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Mereka menuntut agar perusahaan bertanggung jawab dan mengganti rugi kebun pala milik warga yang terdampak.

Sebagai bentuk protes lebih lanjut, AMI berencana mengonsolidasikan pemuda dan mahasiswa Halmahera Tengah di Jakarta untuk melakukan aksi demonstrasi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 14 Maret mendatang.

(Salmun)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIT

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:41 WIT

Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:12 WIT

PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 01:04 WIT

Bassam Fokus Bangun Dapil III 2027, Air Bersih hingga Jalan Jadi Prioritas

Berita Terbaru