PP Malut Akan Sambangi Kejagung-KPK Laporkan PT. Smart Marsindo

- Wartawan

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id. Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Maluku Utara akan mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) pekan depan, untuk melaporkan aktivitas pertambangan nikel ilegal yang dilakukan PT Smart Marsindo di Pulau Gebe, Kabupatena Halmahera Tengah.

Hal itu disampaikan juru bicara MPW PP Malut Rafiq Kailul, di Ternate pada Senin (25/8/2025).

“Mungkin minggu depan Pemuda Pancasila Maluku Utara akan bertandang ke Kejagung dan melaporkan secara resmi. Selain Kejagung, kita juga akan ke KPK. Yang pasti dokumen atau data-data sudah kita siapkan,” ujar Rafiq.

Izin Tambang Tidak Lengkap

PT Smart Marsindo diketahui masih berstatus Clear and Clean (CnC). Perusahan ini tidak memiliki izin reklamasi atau pascatambang, dan bahkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) diterbitkan tanpa melalui mekanisme lelang sebagaimana diwajibkan dalam Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba) Nomor 3 Tahun 2020.

“Sesuai dengan ketentuan Pasal 51 dan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Jo Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara menyatakan bahwa WIUP Mineral Logam dan WIUP Batubara diberikan kepada Badan Usaha, Koperasi atau perusahaan perseroan dengan cara Lelang. Ini adalah pelanggaran serius. Bila penerbitan IUP dilakukan tanpa pelelangan, maka itu cacat prosedur dan berpotensi dibatalkan secara hukum,” jelas Rafik.

Di sisi lain kata Rafiq perusahaan pertambangan, baik pemegang IUP maupun IUPK, mempunyai kewajiban untuk melakukan reklamasi dan jaminan reklamasi harus sudah disiapkan dan diajukan bersamaan dengan IUP Operasi Produksi.

“Artinya perusahaan harus menyediakan jaminan reklamasi, yang mungkin berupa dana tunai atau jaminan bank, namun jika itu tidak dilakukan kemudian mereka sudah beroperasi, maka itu melanggar peraturan dan dapat dikenakan sanksi. Ini bukan sekadar soal administratif, melainkan merupakan pelanggaran serius yang mengandung konsekuensi pidana,”

Ancaman Terhadap Lingkungan

PT Smart Marsindo memproses bijih nikel kadar rendah (limonit) untuk kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik. Aktivitas ini dinilai berisiko besar terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, udara, hingga erosi tanah dan kerusakan keanekaragaman hayati.

Terlebih, pulau Gebe dikenal sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk terumbu karang, hutan tropis, dan satwa endemik seperti kuskus. Pulau ini berstatus pulau kecil sesuai UU No 27 Tahun 2007 sehingga masuk kategori kawasan yang dilarang untuk aktivitas pertambangan.

Dampak kerusakan lingkungan akibat penambangan ilegal yang dilakukan PT Smart Marsindo di Pulau Gebe sudah mulai terlihat.

“Jadi, agenda kita ke Kejagung dan KPK nanti itu bagian dari mendesak mereka untuk melakukan penyelidikan terhadap aktivitas PT Smart Marsindo, termasuk menelusuri legalitas dokumen perizinannya. Jika kemudian terdapat unsur pidana maka kami minta segera ditindak,” pungkasnya.

PT Smart Marsindo Tidak Layak Melanjutkan Aktivitas Pertambangan

Aktivitas PT Smart Marsindo di pulau Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinilai tidak layak oleh akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Muamil Sunan.

Menurut Muamil, ketidaksesuaian administrasi, teknis, dan finansial pada PT. Smart Marsindo merupakan bukti bahwa perusahaan tidak layak melanjutkan aktivitas pertambangan sebelum melengkapi seluruh persyaratan perundang-undangan.

“Tambang non-CnC bukan hanya persoalan legalitas, tapi juga mengancam keselamatan kerja dan lingkungan. Mereka tidak punya jaminan reklamasi, tidak ada audit lingkungan, dan itu sangat berbahaya,” kata Muamil ketika dikonfirmasi Redaksi Alafanews belum lama ini.

Tambang Ilegal Merugikan Keuangan Negara

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menertibkan praktik pertambangan ilegal di sektor mineral dan batu bara yang banyak beroperasi di kawasan hutan. Jumlah tambang ilegal yang terdeteksi mencapai 1.063 dengan potensi kerugian negara sedikitnya Rp300 triliun.

Untuk itu, Muamil mengingatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk tidak hanya memeriksa aspek keuangan perusahaan, tetapi juga melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja operasional dan kepatuhan hukum.

“Jika ditemukan pelanggaran terhadap UU, maka BPK harus memberikan rekomendasi pencabutan izin kepada pemerintah pusat, agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut bagi masyarakat dan negara,” pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru